Mata adalah salah satu organ penting yang menunjang tumbuh kembang anak. Sayangnya, sakit mata pada anak sering kali dianggap sepele orang tua. Padahal, beberapa gangguan mata bisa berdampak serius pada kualitas penglihatan jika tidak ditangani dengan tepat.
Mulai dari mata merah hingga penglihatan buram, semua bisa menjadi ciri-ciri sakit mata pada anak yang perlu diwaspadai. Dengan mengenali jenis-jenis sakit mata pada anak, Anda bisa membantu anak dalam mendapatkan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Baca Juga: Penyebab Mata Gatal dan Merah yang Umum Terjadi
1. Konjungtivitis (Mata Merah)
Konjungtivitis atau mata merah merupakan peradangan pada membran transparan yang melapisi kelopak mata dan bola mata. Selaput ini disebut juga dengan konjungtiva. Ketika pembuluh darah kecil di konjungtiva membengkak dan iritasi, pembuluh ini jadi lebih terlihat. Inilah yang menyebabkan bagian putih mata tampak kemerahan atau merah muda.
Penyebab konjungtivitis terdiri dari dua tipe, yaitu bakteri dan virus. Pada konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri biasanya akan disertai dengan gejala kotoran mata berlebih berwarna kuning kehijauan yang lengket. Rasa gatal dan pembengkakan pada area sekitar mata juga bisa terjadi pada tipe konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri.
Sedangkan, pada konjungtivitis yang disebabkan oleh virus akan menimbulkan gejala kotoran mata dengan tekstur lebih berair. Kelopak mata juga dapat membengkak menandakan peradangan yang terjadi pada mata. Secara umum, konjungtivitis yang disebabkan oleh virus ini tidak memengaruhi penglihatan. Namun, penglihatan anak mungkin agak kabur atau terdapat glare saat melihat cahaya.
Secara umum, konjungtivitis akan membaik dengan sendirinya dalam satu hingga dua minggu. Anda juga dapat membersihkan area kelopak mata menggunakan kapas dan air hangat.
Namun, pada konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan, salah satunya obat antibiotik yang akan menghentikan infeksi. Sedangkan pada konjungtivitis yang disebabkan oleh virus mungkin membutuhkan obat-obatan lebih lanjut sesuai dengan rekomendasi dokter.
2. Cellulitis
Cellulitis adalah infeksi yang terjadi pada kelopak dan kantung mata. Infeksi selulitis ini disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pyogenes dan Staphylococcus aureus. Infeksi ini dapat menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lain dan membutuhkan penanganan medis yang cepat dan tepat. Adapun gejala dari cellulitis, antara lain:
- Nyeri dan bengkak pada area mata
- Demam
- Penglihatan yang kabur
- Kesulitan menggerakan mata
Jika anak Anda mengalami gejala di atas, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan antibiotik yang efektif dalam melawan infeksi.
3. Strabismus (Mata Juling)
Strabismus atau yang lebih dikenal dengan mata juling adalah gangguan yang menyebabkan anak kesuitan untuk mengarahkan kedua mata ke arah yang sama. Orang dengan strabismus, otot kedua mata tidak bekerja sama dengan baik, sehingga menghasilkan mata melihat ke arah yang berbeda.
Strabismus disertai dengan beberapa gejala seperti:
- Kesulitan mengarahkan kedua mata ke arah yang sama
- Penglihatan ganda
- Kesulitan mengontrol gerakan mata
Tidak ada pengobatan untuk strabismus. Namun, Anda bisa meringankan gejala dengan memberikan kacamata yang telah diresepkan dokter.
Baca juga: Kenali Yuk Ciri-Ciri Mata Katarak Sebelum Terlambat
4. Miopia
Miopia merupakan salah satu gangguan penglihatan yang sangat umum pada anak-anak. Gangguan ini disebabkan oleh bola mata yang berbentuk lebih panjang dari pada bentuk normalnya, sehingga untuk melihat objek yang jauh, penglihatan menjadi kabur atau buram. Meski miopia tidak bisa disembuhkan secara sepenuhnya tanpa operasi, pengobatan yang tepat dapat mencegah agar miopia tidak berkembang semakin parah.
Anda bisa melakukan pemeriksaan mata anak untuk mendapatkan lensa kontak atau kacamata yang sesuai dengan kondisi miopia anak. Selain itu, dokter mungkin akan memberikan tetes mata atropin dengan dosis rendah yang dapat memperlambat keparahan miopia.
5. Kalazion
Kalazion adalah benjolan kecil di kelopak mata yang tumbuh perlahan dan tidak terasa nyeri. Benjolan ini terbentuk akibat tersumbatnya kelenjar minyak di kelopak mata, sehingga terjadi pembengkakan. Tersumbatnya kelenjar minyak mata pada anak dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
- Infeksi virus
- Masalah kulit seperti sebore
- Jerawat
- Blefaritis kronis
- Tuberkulosis
Gejala kalazion dapat berbeda-beda pada setiap anak. Namun, umumnya kalazion menimbulkan gejala seperti:
- Benjolan kecil di kelopak mata yang bisa diraba
- Pembengkakan kelopak mata yang bertambah seiring waktu
- Nyeri pada mata
- Gangguan penglihatan
Umumnya kalazion bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, kalazion dengan ukuran besar bisa ditangani dengan kompres air hangat selama 15 menit beberapa kali sehari. Pasitkan juga Anda mencegah anak untuk tidak menggosok atau menyentuh mata. Periksakan ke dokter untuk mendapatkan obat-obatan antibiotik sesuai dengan kondisi mata anak.
Baca Juga: Bedah Refraktif Canggih yang Tersedia di Indonesia, Pulih Cepat
Sakit mata pada anak tidak boleh dianggap sepele. Dengan mengenali ciri-ciri sakit mata pada anak dan jenis-jenis gangguannya, Anda bisa membantu anak mendapatkan penanganan yang tepat.
Pemeriksaan mata anak yang aman dan nyaman bisa Anda lakukan di klinik mata IEC Eye Care. Anda bisa mendapatkan penanganan dari dokter spesialis mata profesional berpengalaman dan teknologi modern yang mempercepat proses pemulihan.
Referensi:
- American Academy of Ophthalmology. 2024. Myopia Control in Children. https://www.aao.org/eye-health/diseases/myopia-control-in-children#:~:text=Myopia%20worsens%20as%20the%20eye,or%20itchiness%20around%20the%20eye.
- Mayo Clinic. 2025. Pink Eye (Conjunctivitis). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pink-eye/symptoms-causes/syc-20376355
- MedlinePlus. 2024. Strabismus. https://medlineplus.gov/ency/article/001004.htm
- National Library of Medicine – National Health of Information. 2025. Cellulitis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549770/
- NHS East Sussex Healthcare. 2020. Conjunctivitis (Bacterial and Viral). https://www.esht.nhs.uk/wp-content/uploads/2020/12/0869.pdf
- Stanford Medicine – Children’s Health. Chalazion in Children. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=chalazion-in-children-90-P02075


































































