Dalam dunia bedah refraktif mata, dua prosedur yang paling sering dibandingkan adalah Photorefractive Keratectomy (PRK) dan Laser Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK), termasuk versi modernnya yaitu FemtoLASIK. Keduanya bertujuan memperbaiki kelainan refraksi seperti rabun jauh (miopi), rabun dekat (hyperopia), dan astigmatisme. Dengan cara membentuk ulang kornea agar cahaya dapat difokuskan secara optimal di retina.
Bagi Anda yang ingin mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak, memahami perbedaan PRK dan LASIK menjadi langkah penting. Masing-masing memiliki perbedaan. Baik dari kondisi mata, teknik operasi, waktu pemulihan, hingga kenyamanan pasca tindakan. Faktor seperti ketebalan kornea, gaya hidup aktif, dan riwayat kesehatan mata juga berpengaruh terhadap prosedur yang paling sesuai untuk Anda.
Meskipun hasil akhirnya sama-sama menghasilkan penglihatan lebih jernih, PRK dan LASIK berbeda dalam cara kerja dan risikonya. PRK tidak melibatkan pembuatan flap pada kornea, sementara LASIK melibatkan flap untuk mempercepat pemulihan. Perbedaan inilah yang memengaruhi pengalaman pasien setelah operasi, potensi efek samping, serta besarnya biaya yang dikeluarkan. Artikel ini akan membantu Anda memahami keduanya secara menyeluruh agar Anda dapat memilih prosedur yang paling sesuai dengan kondisi mata Anda.
Perbandingan Metode PRK dan LASIK, Keduanya Punya Fungsi maupun Prosedur Berbeda
Pada LASIK konvensional atau FemtoLASIK, dokter membuat lapisan tipis (flap) di bagian depan kornea menggunakan laser berteknologi tinggi. Flap ini dibuka sementara agar bagian dalam kornea bisa dibentuk ulang dengan laser excimer sesuai kebutuhan penglihatan Anda. Setelah selesai, flap dikembalikan ke posisi semula dan akan menempel sendiri tanpa jahitan. Proses ini berlangsung cepat, dan sebagian besar pasien bisa melihat jelas hanya dalam satu atau dua hari setelah operasi.
Sementara itu, PRK tidak menggunakan flap sama sekali. Dokter mengangkat lapisan paling luar kornea (disebut epitel) lalu menggunakan laser excimer untuk membentuk ulang permukaan kornea secara langsung. Setelah tindakan, epitel akan tumbuh kembali secara alami dalam beberapa hari. Karena proses regenerasi ini memerlukan waktu, pemulihan PRK biasanya sedikit lebih lama, dan penglihatan bisa terasa buram sementara di awal masa penyembuhan.
Secara sederhana, perbedaan utama terletak pada cara dokter mengakses kornea. LASIK menggunakan flap untuk mempercepat pemulihan, sementara PRK mengangkat lapisan terluar agar lebih aman bagi pasien dengan kornea tipis atau yang memiliki aktivitas fisik tinggi seperti atlet.
Perbandingan Risiko dan Recovery, Mana Lebih Minim dan Pulih Cepat?
Pasien LASIK umumnya mengalami peningkatan penglihatan signifikan dalam 1-2 hari setelah operasi. Proses penyembuhannya cepat, dan kebanyakan orang dapat kembali bekerja atau beraktivitas ringan dalam waktu singkat. Namun, untuk mencapai penglihatan yang benar-benar stabil, dibutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung kondisi mata masing-masing.
Pada PRK, proses pemulihan lebih panjang. Setelah operasi, penglihatan dapat terasa kabur, silau, atau sensitif terhadap cahaya selama beberapa hari pertama. Rasa perih atau sensasi terbakar ringan juga bisa muncul saat lapisan epitel kornea tumbuh kembali. Penglihatan biasanya mulai membaik setelah beberapa hari, tetapi hasil yang stabil baru terlihat setelah beberapa minggu atau bulan.
Dari segi risiko, keduanya tergolong aman dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Efek samping umum meliputi mata kering, sensasi silau atau halo di malam hari, serta rasa tidak nyaman ringan pasca operasi. Untuk LASIK, risiko yang perlu diperhatikan berkaitan dengan flap kornea. Misalnya flap bergeser atau menimbulkan lipatan jika mata terbentur keras, meskipun kasus ini jarang terjadi. Pada PRK, ketidaknyamanan cenderung lebih lama karena lapisan epitel butuh waktu untuk pulih.
Secara keseluruhan, baik PRK maupun LASIK aman dilakukan jika ditangani oleh dokter mata berpengalaman dan pasien menjalani pemeriksaan awal dengan teliti.
Menyesuaikan Kebutuhan dengan Gaya Hidup dan Kondisi Mata
Pemilihan antara PRK dan LASIK sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda. Jika Anda sering melakukan aktivitas fisik berat atau olahraga kontak, seperti futsal, bela diri, atau pekerjaan lapangan, PRK bisa lebih aman karena tidak ada flap yang bisa bergeser.
Namun, jika Anda ingin hasil yang lebih cepat terlihat dan ingin segera kembali ke rutinitas harian, LASIK sering menjadi pilihan yang lebih praktis, terutama bila kornea Anda cukup tebal dan tidak memiliki masalah kesehatan mata lainnya.
Perbandingan Biaya PRK maupun LASIK di Indonesia
Biaya PRK dan LASIK di Indonesia cukup bervariasi tergantung teknologi, reputasi dokter, dan fasilitas klinik. Sebagai gambaran umum:
- LASIK: Sekitar Rp15 juta-Rp25 juta per mata
- PRK: Sekitar Rp12 juta-Rp20 juta per mata
Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh jenis mesin laser yang digunakan, tingkat pengalaman dokter bedah refraktif, serta apakah harga sudah termasuk pemeriksaan pra operasi, kontrol lanjutan, dan obat tetes mata.
Karena PRK dan LASIK tergolong tindakan elektif, asuransi kesehatan biasanya tidak menanggung biayanya. Oleh karena itu, sebelum memutuskan, mintalah rincian biaya lengkap kepada klinik, termasuk apakah ada layanan koreksi ulang (enhancement) jika hasil awal belum optimal.
Dengan begitu, Anda dapat menyiapkan anggaran dengan realistis dan memilih layanan yang benar-benar sesuai kebutuhan mata Anda.
Teknologi LASIK Modern di IEC Eye Care
Selain memahami perbedaan antara PRK dan LASIK, penting juga untuk mengetahui bagaimana teknologi modern telah meningkatkan keamanan dan hasil operasi LASIK di berbagai klinik, termasuk di IEC Eye Care, salah satu pusat layanan bedah refraktif terkemuka di Indonesia.
IEC Eye Care menggunakan kombinasi dua teknologi laser terkini di dunia untuk memastikan setiap prosedur LASIK dilakukan dengan presisi tinggi dan hasil yang optimal:
Pembentukan Flap LASIK dengan Laser Elita
Teknologi ini digunakan untuk membentuk flap kornea dengan energi sangat rendah. Mesin Elita dapat menghasilkan potongan yang halus, presisi, dan minim trauma jaringan.
Femtosecond Laser Elita juga merupakan mesin yang digunakan dalam prosedur SILK (bedah refraktif tanpa flap). Sehingga pasien merasakan proses operasi yang lembut dan nyaman, dengan waktu pemulihan lebih cepat.
Excimer EX500 dan Topography-Guided System
Laser ini digunakan untuk membentuk ulang permukaan kornea sesuai bentuk unik mata setiap pasien.
Berbeda dengan sistem wavefront-guided yang masih digunakan di banyak klinik, teknologi topography-guided milik IEC Eye Care memungkinkan tindakan laser dilakukan secara lebih akurat dan personal, sehingga hasil penglihatan menjadi lebih tajam dan alami.
Kombinasi kedua teknologi ini membuat tindakan FemtoLASIK di IEC Eye Care memiliki beberapa keunggulan penting:
- Presisi tinggi, karena laser menyesuaikan kondisi mata setiap individu.
- Lebih aman, dengan energi rendah dan risiko komplikasi minimal.
- Nyaman, tanpa rasa sakit dan dengan durasi tindakan yang singkat.
- Pemulihan cepat, banyak pasien bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu 24 jam.
FemtoLASIK merupakan bentuk inovasi modern dalam bedah refraktif yang memberikan hasil penglihatan yang jernih, stabil, dan minim efek samping. Jika Anda sedang mempertimbangkan operasi koreksi penglihatan, konsultasikan dengan dokter spesialis mata di IEC Eye Care untuk mengetahui metode yang paling sesuai dengan kondisi mata Anda.
Untuk informasi lebih lanjut tentang prosedur LASIK, PRK, atau pemeriksaan kesehatan mata, Anda dapat melakukan appointment atau datang langsung ke klinik untuk berkonsultasi dengan tim dokter profesional kami.
Sumber:
- Editorial Team. (2023, September 8). Photorefractive keratectomy (PRK) is similar to LASIK, but it has important differences. Those make PRK a better laser eye surgery option for some people. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/procedures/photorefractive-keratectomy-prk-eye-surgery
- Considering LASIK surgery. (2025). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/lasik-eye-surgery/in-depth/lasik-surgery/art-20045751
- Farsightedness – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2025). Mayoclinic.org; https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/farsightedness/diagnosis-treatment/drc-20372499
- Jewell, T. (2018, November 16). What’s the Difference Between PRK and LASIK? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/eye-health/prk-vs-lasik
- Ames, H. (2021, July 7). What to know about laser eye surgery. Medicalnewstoday.com; Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/laser-eye-surgery
- ARSC Editor. (2025, June 11). PRK Recovery Time: What to Expect. Refractive Surgery Council. https://americanrefractivesurgerycouncil.org/prk-recovery-time-what-to-expect/





