Menjelang usia 40-an, banyak orang mulai mengalami kesulitan membaca huruf kecil atau melihat dekat tanpa kacamata. Kondisi ini disebut presbiopia, dan sering kali menjadi alasan seseorang mempertimbangkan operasi koreksi penglihatan.
Selama ini, prosedur LASIK konvensional (FemtoLASIK) dikenal luas sebagai solusi untuk rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Namun, kini hadir teknologi baru bernama Presbyond yang dirancang khusus untuk mengatasi presbiopia dengan hasil yang lebih natural.
Bagi Anda yang mulai merasa tergantung pada kacamata baca, pilihan antara Presbyond dan LASIK bisa cukup membingungkan. Pasalnya, kedua prosedur ini sama-sama melibatkan teknologi laser canggih, tetapi memiliki tujuan dan hasil berbeda.
Artikel ini akan membantu Anda memahami perbedaan metode, risiko, proses pemulihan, serta biaya dari kedua prosedur tersebut. Tujuannya, agar Anda bisa menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan gaya hidup Anda.
Perbandingan Metode Presbyond dan LASIK
LASIK konvensional (FemtoLASIK) bekerja dengan membentuk flap tipis di kornea menggunakan laser femtosecond. Kemudian, prosedur ini bekerja dengan mengubah bentuk kornea dengan laser Excimer untuk memperbaiki fokus cahaya ke retina. Metode ini efektif untuk mengoreksi rabun jauh, rabun dekat, dan silinder, tetapi tidak dirancang untuk mengatasi penurunan fokus akibat usia (presbiopia).
Sementara itu, Presbyond, merupakan pengembangan dari LASIK yang ditujukan khusus untuk presbiopia. Alih-alih hanya memperbaiki satu titik fokus, Presbyond menciptakan rentang penglihatan yang lebih luas. Dengan demikian, Anda bisa melihat dekat, menengah, dan jauh tanpa kacamata.
Secara teknis, Presbyond menggunakan prinsip “laser blended vision”, yaitu mengoreksi satu mata untuk penglihatan jauh dan satu mata untuk penglihatan dekat, lalu menggabungkannya melalui adaptasi otak. Hasilnya, penglihatan terasa alami tanpa perlu kacamata baca. Hal ini tentu berbeda dari monovision konvensional yang bisa menurunkan persepsi kedalaman.
Menurut studi di International Journal of Ophthalmology (2023), lebih dari 95% pasien Presbyond melaporkan kemampuan membaca tanpa kacamata meningkat signifikan, dengan tingkat kepuasan visual lebih tinggi dibanding monovision LASIK tradisional.
Risiko dan Recovery Presbyond vs LASIK
Setiap prosedur laser memiliki risiko, tetapi tingkat keamanannya kini sangat tinggi. Pada LASIK konvensional, risiko umum termasuk mata kering sementara, silau pada malam hari, atau ketidakstabilan penglihatan beberapa minggu pertama. Biasanya, penglihatan stabil dalam 1-2 minggu pascaoperasi.
Sementara itu, Presbyond memiliki profil risiko yang hampir sama karena menggunakan teknologi dasar LASIK yang sama. Bedanya, pada beberapa pasien dibutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk adaptasi otak terhadap “blended vision.” Proses ini bisa berlangsung selama kurang lebih 2-3 minggu hingga otak terbiasa memadukan penglihatan dari kedua mata.
Kabar baiknya, tingkat komplikasi serius pada Presbyond sangat rendah. Sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas normal dalam kurun waktu 24 jam, dengan peningkatan kemampuan membaca dan jarak menengah yang terasa setelah masa adaptasi.
Baik Presbyond maupun LASIK konvensional biasanya dilakukan tanpa rawat inap dan menggunakan anestesi tetes, sehingga prosesnya relatif nyaman dan minim nyeri.
Perbandingan Biaya Presbyond dan LASIK
Dari sisi biaya, LASIK konvensional (Femto) umumnya lebih terjangkau karena sudah lama tersedia dan digunakan secara luas. Biayanya bisa berkisar antara Rp12-20 juta per mata, tergantung pada klinik dan teknologi laser yang digunakan.
Presbyond cenderung lebih mahal karena merupakan teknologi premium yang memerlukan software dan sistem laser khusus. Di beberapa pusat bedah mata internasional, biayanya bisa mencapai 20-30% lebih tinggi dibanding LASIK biasa. Namun, biaya ini sepadan dengan hasil multifokal yang didapat. Hal ini terutama jika Anda ingin bebas dari kacamata baca sekaligus mempertahankan penglihatan jarak jauh.
Bagi sebagian orang, investasi tambahan ini bernilai karena Presbyond menawarkan solusi yang lebih lengkap untuk kebutuhan visual harian, tanpa kompromi antara jarak dekat dan jauh. Meski begitu, keputusan akhir dalam memilih prosedur mana yang lebih tepat tetap perlu mempertimbangkan kondisi mata, usia, serta kebutuhan visual Anda sehari-hari.
Siapa yang Cocok untuk Presbyond dan LASIK
Jika Anda berusia di bawah 40 tahun dan hanya ingin memperbaiki rabun jauh, rabun dekat, atau silinder. Maka LASIK masih menjadi pilihan tepat. Hal ini disebabkan prosedur LASIK cenderung lebih cepat, efektif, dan stabil. Namun, bila Anda sudah mengalami presbiopia dan ingin bebas dari kacamata baca, Presbyond bisa menjadi solusi yang lebih ideal.
Presbyond sangat cocok bagi Anda dengan penglihatan jarak jauh yang masih baik, tetapi mulai kesulitan membaca dari jarak dekat. Prosedur ini juga dapat dilakukan untuk pasien yang sudah pernah menjalani LASIK sebelumnya, tergantung kondisi kornea dan rekomendasi dokter.
Sebelum memutuskan, konsultasi menyeluruh dengan dokter mata sangat penting untuk menilai ketebalan kornea, stabilitas refraksi, serta ekspektasi penglihatan Anda. Setiap pasien unik, dan hasil terbaik hanya bisa dicapai melalui perencanaan individual.
Baik Presbyond maupun LASIK konvensional sama-sama menawarkan teknologi laser canggih untuk meningkatkan kualitas hidup tanpa kacamata. Bedanya, Presbyond memberikan solusi lebih menyeluruh bagi Anda yang mengalami presbiopia, dengan kemampuan melihat pada berbagai jarak sekaligus.
Sebelum menentukan pilihan, bicarakan dengan dokter mata mengenai kebutuhan visual dan gaya hidup Anda. Dengan konsultasi yang tepat, Anda bisa mendapatkan hasil optimal, baik melalui LASIK konvensional maupun Presbyond.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan bedah mata dan teknologi penglihatan terkini, kunjungi website kami atau datang langsung ke klinik IEC Eye Care dan temukan solusi terbaik terkait kesehatan mata Anda!
Sumber:
- Reinstein, D. Z., Ivory, E., Chorley, A., Archer, T. J., Vida, R. S., Gupta, R., Lewis, T., Carp, G. I., Fonseca, A., & Parbhoo, M. (2023). PRESBYOND Laser Blended Vision LASIK in Commercial and Military Pilots Requiring Class 1 Medical Certification. Journal of Refractive Surgery, 39(1), 6–14. https://doi.org/10.3928/1081597x-20221129-02
- Shortt, A. (2020, January 15). What’s the difference between LASIK and PRESBYOND? Alex Shortt | London Eye Surgeon; Alex Shortt. https://www.alexshortt.co.uk/whats-the-difference-between-lasik-and-presbyond-vp/
- Eagle Eye Surgeons. (2025, May 15). Eagle Eye Surgeons. https://eagleeyesurgeons.com.au/presbyond-reading-glasses-surgery
- Fu, D., Xu, Y., Han, T., Xia, F., & Zhou, X.-T. (2022). Refractive outcomes and optical quality of PRESBYOND laser-blended vision for presbyopia correction. International Journal of Ophthalmology, 15(10), 1671–1675. https://doi.org/10.18240/ijo.2022.10.16
- S. Srakocic. (2023, November 27). Treatment Options for Presbyopia. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/eye-health/presbyopia-treatment#lens-implants




