Katarak adalah gangguan penglihatan yang identik pada orang dengan usia lanjut. Namun faktanya, katarak juga dapat terjadi sejak bayi baru lahir. Kondisi ini dikenal dengan katarak kongenital dan menjadi gangguan mata serius yang perlu penanganan sedini mungkin.
Bagi banyak orang tua, mendengar diagnosis katarak pada anak tentu menimbulkan kekhawatiran besar. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah “Apakah itu katarak kongenital? Apa penyebabnya? Apakah bisa sembuh?”.
Melalui artikel ini, Anda dapat memahami apa itu katarak kongenital secara lengkap, mulai dari gejala, hingga pilihan pengobatannya.
Baca juga: Jangan Abai! Inilah Ciri Mata Katarak yang Sering Tak Disadari & Tips Mencegahnya
Apa Itu Katarak Kongenital? Apa Bedanya dengan Katarak pada Umumnya
Katarak merupakan gangguan penglihatan yang terjadi pada lensa mata. Jika lensa mata sehat seharusnya bening, katarak membuat lensa menjadi keruh sehingga penderitanya kesulitan melihat, terutama pada malam hari.
Berbeda dengan katarak biasa, katarak jenis ini merupakan kondisi kekeruhan pada lensa mata yang terjadi pada bayi baru lahir atau muncul pada beberapa bulan pertama kehidupan. Lensa mata yang keruh membuat cahaya tidak bisa masuk ke dalam retina secara optimal, membuat penderitanya tidak bisa melihat secara sempurna.
Hal ini dapat mengganggu perkembangan penglihatan anak. Tak hanya itu, katarak jenis ini juga dapat memengaruhi perkembangan sistem visual otak. Tanpa penanganan yang tepat, katarak jenis ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan.
Baca juga: Baru Operasi Katarak? Ini Pantangan yang Tidak Boleh Anda Lakukan
Penyebab & Gejala Katarak Kongenital
Katarak kongenital merupakan kondisi kesehatan yang cukup jarang terjadi. Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab katarak jenis ini. Namun, biasanya katarak ini sering muncul sebagai bagian dari kelainan bawaan, seperti:
- Sindrom kondrodysplasia
- Rubella kongenital
- Sindrom Conradi-Hünermann
- Sindrom displasia ektodermal
- Katarak kongenital familial
- Galactosemia
- Sindrom Hallermann-Streiff
- Sindrol Lowe
- Sindrom Marinesco Sjörgen
- Sindrom Pierre-Robin
- Trisomi 13
Katarak kongenital umumnya tampak berbeda dibandingkan jenis katarak lainnya. Di bawah ini beberapa gejala katarak jenis ini yang perlu Anda ketahui.
- Bayi tampak tidak merespons rangsangan visual dari lingkungan sekitarnya (terutama jika katarak terjadi pada kedua mata)
- Pupil mata terlihat keruh berwarna abu-abu atau putih (normalnya pupil berwarna hitam)
- Pantulan merah pada pupil mata (red reflex)
- Gerakan mata yang cepat dan tidak normal (nistagmus)
Diagnosis
Dalam mendiagnosis katarak kongenital, bayi perlu menjalani beberapa pemeriksaan mata secara menyeluruh yang dilakukan oleh dokter spesialis mata. Selain itu, pasien mungkin juga perlu diperiksa oleh dokter spesialis anak dalam menangani penyakit atau kelainan bawaan yang diturunkan secara genetik.
Pada beberapa kasus, pemeriksaan tambahan seperti tes darah atau rontgen juga mungkin diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasari katarak jenis ini.
Baca juga: Kenali Yuk Ciri-Ciri Mata Katarak Sebelum Terlambat
Prosedur untuk Katarak Kongenital
Jika katarak kongenital tergolong ringan dan tidak memengaruhi penglihatan, kondisi ini mungkin tidak memerlukan tindakan khusus, terutama bila terjadi pada kedua mata. Namun, pada kasus katarak berat yang mengganggu penglihatan, perlu ditangani dengan operasi pengangkatan katarak.
Pada operasi katarak dewasa, biasanya prosedur pemasangan lensa buatan (Lensa Intraokular) akan dilakukan setelah prosedur pengangkatan lensa katarak. Namun, penggunaan IOL pada bayi umumnya tidak disarankan. Pasien bayi biasanya akan diberikan lensa kontak khusus yang membantu penglihatan pasca operasi.
Apakah Katarak Kongenital Bisa Dicegah?
Katarak kongenital tidak selalu bisa dicegah, terutama katarak kongenital yang disebabkan oleh faktor keturunan. Namun, menjaga kesehatan ibu selama periode persiapan dan kehamilan menjadi kunci untuk menurunkan risiko katarak kongenital. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan pemeriksaan kehamilan secara rutin bisa membantu menurunkan risiko dan mendeteksi katarak jenis ini sedini mungkin.
Itulah informasi mengenai katarak kongenital yang perlu kamu ketahui. Pastikan kamu selalu menjaga kesehatan diri dan calon bayi untuk menurunkan risiko katarak.
Referensi:
- MedlinePlus. 2023. Congenital Cataract. https://medlineplus.gov/ency/article/001615.htm
- National Center for Biotechnological Information. 2025. Pediatric Cataract. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK572080/
- National Health Service (NHS). 2022. Childhood Cataracts. https://www.nhs.uk/conditions/childhood-cataracts/





