Ablasi retina adalah kondisi darurat mata yang sering kali tidak disadari hingga penglihatan sudah terganggu. Banyak pasien datang ke dokter ketika keluhan sudah berat, padahal tanda awalnya bisa muncul secara halus. Jika terlambat ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan gangguan penglihatan permanen.
Retina sendiri merupakan lapisan tipis di bagian belakang mata yang berperan menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal visual ke otak. Saat retina terlepas dari jaringan pendukungnya, suplai oksigen dan nutrisi terganggu. Inilah yang memicu kerusakan fungsi penglihatan.
Melalui artikel ini, Anda akan memahami penyebab ablasi retina, gejala yang perlu diwaspadai, serta menjawab pertanyaan yang sering muncul, yaitu apakah ablasi retina bisa sembuh atau tidak, dan kapan sebaiknya Anda segera ke dokter mata.
Apa Itu Ablasi Retina?
Ablasi retina (retinal detachment) adalah kondisi ketika retina terpisah dari lapisan pembuluh darah di bawahnya. Lapisan tersebut berfungsi memberi nutrisi dan oksigen bagi retina agar tetap bekerja normal.
Saat retina terlepas, sel-sel retina tidak dapat berfungsi dengan baik. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan penglihatan yang berat hingga kebutaan.
Ablasi retina bukan kondisi yang bisa sembuh sendiri. Penanganan medis dan tindakan bedah sering kali dibutuhkan untuk mencegah kerusakan permanen.
Baca juga: Ciri Retina Mata Bermasalah
Penyebab Ablasi Retina yang Perlu Anda Ketahui
Berikut ini adalah beberapa penyebab yang perlu Anda tahu:
1. Robekan Retina (Rhegmatogenous Retinal Detachment)
Ini adalah penyebab ablasi retina yang paling sering terjadi. Robekan memungkinkan cairan di dalam mata masuk ke bawah retina dan menyebabkan retina terangkat.
Robekan retina sering berkaitan dengan penuaan. Seiring bertambahnya usia, gel vitreous di dalam mata menyusut dan menarik retina hingga robek.
2. Faktor Risiko Terkait Mata
Orang dengan rabun jauh tinggi (miopia berat) memiliki retina yang lebih tipis. Kondisi ini meningkatkan risiko robekan dan ablasi retina.
Riwayat operasi mata, seperti operasi katarak, juga dapat meningkatkan risiko. Cedera mata akibat benturan keras turut menjadi faktor penyebab dari ablasi retina.
3. Penyakit Sistemik dan Peradangan
Diabetes dengan komplikasi retinopati diabetik dapat memicu jenis ablasi retina traksional, yaitu di mana jaringan parut menarik retina hingga terlepas.
Peradangan mata berat, infeksi, atau tumor mata juga bisa menjadi penyebab ablasi retina meski kasusnya lebih jarang.
Gejala Ablasi Retina yang Tidak Boleh Diabaikan
Ada beberapa gejala dari ablasi retina yang sebaiknya tidak Anda abaikan, termasuk:
Kilatan Cahaya dan Bintik Hitam
Gejala ablasi retina sering diawali dengan kilatan cahaya seperti kilat kamera. Keluhan ini biasanya terlihat di satu sisi penglihatan.
Selain itu, muncul banyak bintik hitam atau bayangan kecil yang melayang. Kondisi ini dikenal sebagai floaters dan dapat muncul tiba-tiba.
Bayangan Seperti Tirai
Salah satu gejala ablasi retina yang khas adalah munculnya bayangan gelap seperti tirai. Bayangan ini dapat menutup sebagian atau seluruh lapang pandang.
Bayangan biasanya semakin luas seiring waktu. Ini menandakan retina semakin terlepas dan membutuhkan penanganan segera.
Penurunan Penglihatan Mendadak
Penglihatan bisa menjadi buram atau tampak terdistorsi. Pada beberapa kasus, kemampuan melihat detail menurun secara cepat.
Gejala ini sering tidak disertai nyeri. Karena itu, banyak pasien mengabaikannya hingga kondisi memburuk.
Ablasi Retina Bisa Sembuh atau Tidak?
Ablasi retina bisa ditangani dan penglihatan dapat dipertahankan, terutama jika didiagnosis sejak dini. Namun, istilah “sembuh” bergantung pada tingkat keparahan dan kecepatan penanganan.
Jika retina belum lama terlepas, peluang pemulihan penglihatan jauh lebih baik. Sebaliknya, ablasi retina yang dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan kerusakan permanen.
Tindakan medis seperti laser, cryotherapy, atau operasi retina bertujuan menempelkan kembali retina dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Kapan Anda Harus Segera ke Dokter Mata?
Anda perlu segera ke dokter jika mengalami kilatan cahaya mendadak, muncul banyak floaters baru, atau bayangan seperti tirai pada penglihatan. Gejala-gejala ini merupakan tanda darurat mata.
Penanganan dalam hitungan jam hingga hari sangat menentukan hasil akhir. Pasalnya, menunda pemeriksaan dapat memperbesar risiko kehilangan penglihatan permanen.
Oleh sebab itu, pemeriksaan mata menyeluruh dengan pelebaran pupil diperlukan untuk memastikan kondisi retina secara akurat.
Pencegahan dan Deteksi Dini Ablasi Retina
Tidak semua kasus ablasi retina dapat dicegah, tetapi risiko dapat dikurangi. Pemeriksaan mata rutin sangat dianjurkan, terutama bagi Anda dengan rabun jauh tinggi atau riwayat operasi mata.
Kontrol penyakit sistemik seperti diabetes juga penting. Hal ini disebabkan, mengelola gula darah membantu mencegah komplikasi retina yang berbahaya.
Jika Anda pernah mengalami robekan retina sebelumnya, dokter mungkin menyarankan pemantauan berkala untuk mencegah ablasi retina berulang.
Ablasi retina adalah kondisi serius yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Memahami penyebab ablasi retina dan mengenali gejala ablasi retina sejak dini dapat membantu menyelamatkan penglihatan Anda.
Jika Anda bertanya apakah ablasi retina bisa sembuh, jawabannya sangat bergantung pada kecepatan diagnosis dan penanganan. Namun, jangan menunggu hingga penglihatan memburuk. Konsultasikan kondisi mata Anda ke dokter mata terpercaya.
Untuk informasi kesehatan mata yang akurat dan edukatif, Anda dapat membaca artikel lainnya di website klinik mata IEC Eye Care. Langkah kecil hari ini dapat melindungi penglihatan Anda di masa depan.
Referensi:
- Mayo Clinic Staff. (2025). Retinal detachment – Symptoms and causes. Mayo Clinic; https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retinal-detachment/symptoms-causes/syc-20351344
- Blair, K., & Czyz, C. N. (2024, February 12). Retinal Detachment. Nih.gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551502/
- Detached Retina. (2025, December 4). Detached Retina. American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/detached-torn-retina
- Editorial Team. (2025). Retinal detachment – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. Mayoclinic.org; https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retinal-detachment/diagnosis-treatment/drc-20351348
- Editorial Team. (2018, January). Detached retina (retinal detachment). Nhs.uk. https://www.nhs.uk/conditions/detached-retina-retinal-detachment/





















