8 Pantangan & Larangan Pasca Operasi Katarak, Wajib Dipatuhi

Operasi katarak adalah prosedur medis yang aman dan efektif untuk membantu mengembalikan kejernihan penglihatan. Namun, keberhasilan dari operasi tidak hanya berhenti sampai di ruang bedah. Perawatan setelah tindakan dan apakah Anda patuh terhadap aturan dokter pasca operasi justru berperan besar dalam hasil akhir penglihatan. 

Banyak pasien merasa lebih nyaman hanya beberapa hari setelah operasi, lalu tanpa sadar abai terhadap anjuran dokter. Padahal, mata masih berada dalam fase pemulihan dan rentan terhadap iritasi, infeksi, atau pergeseran lensa tanam. 

Oleh sebab itu, memahami larangan setelah operasi katarak dan pantangan pasca operasi katarak sangat penting. Artikel ini akan membantu Anda mengetahui apa saja yang perlu dihindari agar pemulihan bisa berjalan optimal dan aman. 

Baca Juga: Jenis Operasi Katarak

Mengapa Pantangan Pasca Operasi Katarak Penting?

Setelah operasi, sayatan kecil di mata membutuhkan waktu untuk menutup sempurna. Meski terlihat ringan, tekanan atau kotoran dapat memicu peradangan.

Selain itu, lensa intraokular yang ditanam masih menyesuaikan posisi. Aktivitas tertentu dapat meningkatkan tekanan bola mata dan mengganggu proses ini.

Dengan mematuhi pantangan setelah operasi katarak, Anda membantu mencegah komplikasi sekaligus mempercepat pemulihan penglihatan.

1. Jangan Mengucek atau Menekan Mata

gejala-katarak-dan-glaukoma

Mengucek mata adalah larangan utama setelah menjalani operasi katarak. Pasalnya, gerakan ini dapat membuka kembali luka operasi. 

Tekanan pada mata juga berisiko menyebabkan infeksi atau pergeseran lensa. Jika mata Anda terasa gatal, gunakan obat tetes sesuai anjuran dokter. 

Pada malam hari, biasanya Anda akan dianjurkan untuk menggunakan pelindung mata agar tidak menggosok mata tanpa sadar saat tidur. 

2. Hindari Air Masuk ke Mata

Baik air keran, air mandi, atau air kolam renang, ketiganya mengandung kuman. Oleh sebab itu, kontak langsung dengan mata dapat memicu infeksi. 

Oleh sebab itu, selama beberapa hari pertama, hindari membasuh wajah langsung ke mata. Lalu, gunakan lap bersih untuk membersihkan area sekitar. 

Berenang dan berendam juga termasuk pantangan pasca operasi katarak hingga dokter menyatakan bahwa Anda sudah cukup aman untuk melakukannya. 

Baca juga: Prosedur Operasi Katarak

3. Jangan Mengangkat Beban Berat atau Aktivitas Berat

Aktivitas berat dapat meningkatkan tekanan di dalam mata. Hal ini termasuk mengangkat barang berat atau melakukan olahraga intens. 

Pasalnya, tekanan berlebih dapat memperlambat proses penyembuhan dan berpotensi memicu komplikasi. Maka itu, pilih aktivitas ringan yang bisa Anda lakukan, misalnya berjalan santai. 

Biasanya, dokter akan mengizinkan olahraga secara bertahap setelah kondisi mata Anda mulai stabil. 

4. Hindari Make-up Mata dan Produk Kosmetik

Penggunaan kosmetik mata seperti eyeliner atau mascara berisiko membawa bakteri untuk mata. Apalagi bahan-bahan make-up untuk mata biasanya terbuat dari serbuk halus yang bisa masuk ke mata. 

Maka itu, penggunaan make-up mata termasuk larangan setelah operasi katarak. Lebih baik, Anda menunggu hingga dokter mengizinkannya kembali agar lebih aman. 

Selain itu, produk perawatan wajah yang Anda gunakan juga sebaiknya digunakan dengan hati-hati agar tidak mengenai mata Anda. 

5. Jangan Mengemudi Terlalu Cepat

Setelah operasi, penglihatan bisa masih buram atau silau. Tentu berbahaya jika dalam kondisi seperti ini Anda memutuskan untuk langsung mengemudi. 

Lebih baik tunggu hingga dokter menyatakan bahwa penglihatan Anda sudah cukup stabil dan aman. Sementara itu, waktu yang dibutuhkan setiap orang berbeda, jadi lebih baik tunggu instruksi dokter. Keselamatan Anda dan orang lain harus menjadi prioritas utama.

6. Jangan Melewatkan Obat Tetes Mata

perbedaan-katarak-dan-glaukoma

Obat tetes membantu mencegah infeksi dan mengurangi peradangan, sehingga jangan melewatkannya agar tidak menghambat pemulihan. 

Gunakan obat sesuai jadwal dan dosis yang diberikan. Jangan menambah atau menghentikan sendiri tanpa konsultasi dengan dokter. Jika muncul efek samping, segera hubungi dokter untuk evaluasi.

Baca Juga: Apa Itu Katarak Kongenital?

7. Hindari Paparan Debu dan Asap

Debu dan asap dapat mengiritasi mata yang sedang dalam proses penyembuhan. Oleh sebab itu, paparan debu dan asap yang berlebihan bisa memicu kemerahan dan rasa tidak nyaman. 

Gunakan kacamata pelindung saat berada di luar ruangan. Cara ini dapat membantu melindungi mata dari partikel asing. 

Selain itu, lingkungan yang bersih mendukung proses penyembuhan yang lebih cepat. 

8. Jangan Mengabaikan Gejala Tidak Normal

Nyeri hebat, penurunan penglihatan mendadak, atau mata sangat merah bukanlah kondisi yang normal. Hal ini bisa menjadi salah satu tanda komplikasi. 

Jika Anda merasakan hal tersebut setelah menjalani operasi katarak, segera periksakan untuk mendapatkan penanganan cepat dan mencegah masalah yang lebih serius. 

Tips Singkat Agar Pemulihan Lebih Optimal

Agar pemulihan pasca oprasi lebih optimal, gunakan kacamata hitam saat berada di luar untuk mengurangi silau. Hal ini disebabkan cahaya terang bisa membuat mata tidak nyaman. 

Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh memperbaiki jaringan mata. Lebih baik hindari aktivitas berlebihan di minggu awal pasca operasi. 

Lalu, ikuti jadwal kontrol sesuai anjuran agar dokter dapat memantau proses pemulihan Anda. 

Pantangan setelah operasi katarak menjadi langkah perlindungan untuk hasil penglihatan terbaik. Dengan menghindari kebiasaan yang berisiko, Anda membantu mata pulih dengan aman.

Jika Anda ingin menjalani operasi katarak atau membutuhkan panduan lebih lanjut untuk edukasi kesehatan mata terpercaya, IEC Eye Care siap mendampingi Anda. Kunjungi halaman utama kami untuk mendapatkan informasi lengkap dan konsultasi bersama ahli kesehatan mata terbaik.

Referensi: 

  • Mukamal, R. (2025, February 26). Cataract Surgery Recovery: Exercising, Driving and Other Activities. American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/safe-exercise-driving-cataract-surgery-recovery
  • NHS website. (2017, October). Cataract surgery. Nhs.uk. https://www.nhs.uk/tests-and-treatments/cataract-surgery/
  • Sissons, B. (2023, February 3). What to do and what to avoid after cataract surgery. Medicalnewstoday.com; Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/do-and-don-t-after-cataract-surgery
  • Cleveland Clinic Staff. (2023, September 8). Cataract surgery is a quick, painless surgery to remove a cloudy lens that’s causing vision problems. It improves vision in 9 out of 10 people. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21472-cataract-surgery
  • Cataract Surgery Recovery: 5 Tips From an Expert. (2021, August 8). Www.hopkinsmedicine.org. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/cataract-surgery-recovery-5-tips-from-an-expert

7 Efek Samping Operasi Katarak & Cara Menghindari Komplikasinya

Operasi katarak dikenal sebagai prosedur yang aman dan efektif untuk mengembalikan penglihatan yang terganggu akibat lensa mata keruh. Meski demikian, banyak pasien masih merasa khawatir tentang apa yang akan terjadi setelah operasi.

Pertanyaan seputar efek samping operasi katarak, kemungkinan nyeri, hingga risiko komplikasi sering muncul menjelang tindakan. Kekhawatiran ini wajar, terutama jika Anda belum pernah menjalani operasi mata sebelumnya.

Dengan memahami efek samping yang umum, risiko operasi katarak, serta cara mencegah komplikasi katarak, Anda dapat menjalani prosedur ini dengan lebih tenang.

Mengapa Efek Samping Operasi Katarak Bisa Terjadi?

Operasi katarak melibatkan pengangkatan lensa mata yang keruh dan penggantiannya dengan lensa buatan. Proses ini memerlukan manipulasi jaringan halus di dalam mata, sehingga reaksi pascaoperasi dapat terjadi.

Sebagian efek samping muncul sebagai respons alami tubuh terhadap tindakan bedah. Kondisi ini umumnya membaik dalam beberapa hari hingga minggu setelah operasi.

Faktor lain seperti usia, kondisi kesehatan mata sebelumnya, dan kepatuhan terhadap instruksi dokter juga memengaruhi munculnya efek samping. Oleh karena itu, pengalaman tiap pasien bisa berbeda.

Baca juga: Proses Operasi Katarak

Efek Samping Operasi Katarak yang Umum Terjadi

Efek samping operasi katarak umumnya bersifat ringan dan sementara. Kondisi ini merupakan bagian dari proses penyembuhan mata setelah tindakan bedah dan biasanya membaik dengan perawatan yang tepat.

1. Penglihatan Kabur Sementara

Penglihatan kabur sering terjadi dalam beberapa hari pertama setelah operasi. Hal ini disebabkan oleh proses adaptasi mata terhadap lensa buatan serta sisa peradangan ringan.

Seiring waktu, penglihatan akan membaik secara bertahap. Pada sebagian pasien, hasil visual optimal baru dirasakan setelah beberapa minggu.

2. Mata Merah, Perih, atau Terasa Mengganjal

Rasa tidak nyaman pada mata merupakan efek samping operasi katarak yang paling sering dialami. Mata bisa terasa seperti ada pasir, sedikit perih, atau tampak merah.

Kondisi ini biasanya mereda dengan penggunaan obat tetes mata antibiotik dan antiinflamasi. Hindari mengucek mata karena dapat memperlambat penyembuhan.

3. Sensitivitas Terhadap Cahaya (Silau)

Setelah operasi, mata bisa menjadi lebih sensitif terhadap cahaya terang. Hal ini terjadi karena lensa baru memungkinkan cahaya masuk lebih jelas dibandingkan sebelumnya.

Sensitivitas ini bersifat sementara dan dapat dikurangi dengan menggunakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan.

4. Mata Berair atau Kering

Sebagian pasien mengalami mata berair berlebihan atau justru terasa kering. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan permukaan mata pascaoperasi.

Dokter biasanya meresepkan tetes mata pelumas untuk menjaga kenyamanan selama masa pemulihan.

Baca juga: Jenis Operasi Katarak

Risiko Operasi Katarak yang Perlu Diwaspadai

1. Infeksi Mata (Endophthalmitis)

Infeksi merupakan risiko operasi katarak yang jarang, tetapi serius. Gejalanya meliputi nyeri hebat, penurunan penglihatan, dan mata merah yang memburuk.

Penanganan medis segera sangat penting untuk mencegah kerusakan penglihatan permanen. Kepatuhan terhadap obat antibiotik sangat berperan dalam pencegahan.

2. Perdarahan di Dalam Mata

Perdarahan internal dapat terjadi, terutama pada pasien dengan gangguan pembuluh darah. Meski begitu, kondisi ini tergolong jarang.

Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum operasi untuk meminimalkan risiko ini.

3. Peningkatan Tekanan Bola Mata

Tekanan mata dapat meningkat sementara setelah operasi. Biasanya kondisi ini dapat dikontrol dengan obat tetes mata. Oleh sebab itu, pemantauan rutin sangat penting, terutama bagi pasien dengan riwayat glaukoma.

Komplikasi Katarak yang Bisa Terjadi Setelah Operasi

1. Posterior Capsule Opacification (PCO)

PCO sering disebut sebagai “katarak sekunder”. Kondisi ini terjadi ketika kapsul lensa menjadi keruh beberapa bulan atau tahun setelah operasi.

Penanganannya relatif sederhana dengan prosedur laser yang cepat dan tidak menyakitkan. Penglihatan biasanya kembali jernih setelah tindakan ini.

2. Dislokasi Lensa Intraokular

Pada kasus tertentu, lensa buatan dapat bergeser dari posisi semula. Hal ini dapat menyebabkan penglihatan menjadi tidak stabil. Jika diperlukan, dokter dapat melakukan tindakan lanjutan untuk memperbaiki posisi lensa.

3. Pembengkakan Retina (Edema Makula)

Pembengkakan pada bagian retina yang berperan dalam penglihatan tajam dapat terjadi. Gejalanya berupa penglihatan buram atau distorsi. Kondisi ini umumnya dapat ditangani dengan obat antiinflamasi sesuai anjuran dokter.

Cara Menghindari Komplikasi Katarak

Persiapan sebelum operasi memegang peranan penting dalam mencegah komplikasi. Pasalnya, pemeriksaan mata menyeluruh membantu dokter menilai kondisi dan risiko yang mungkin muncul.

Setelah operasi, ikuti semua instruksi perawatan dengan disiplin. Selain itu, gunakan obat tetes mata sesuai jadwal dan hindari aktivitas berat untuk sementara waktu.

Anda juga perlu disiplin mengikuti jadwal kontrol pascaoperasi. Pemeriksaan rutin memungkinkan dokter mendeteksi masalah sejak dini sebelum berkembang menjadi komplikasi serius.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami nyeri hebat, penurunan penglihatan mendadak, atau mata sangat merah. Gejala ini tidak boleh diabaikan.

Tindakan cepat dapat mencegah dampak jangka panjang pada kesehatan mata Anda. Jangan menunggu hingga keluhan memburuk.

Efek samping operasi katarak umumnya ringan dan bersifat sementara. Namun, memahami risiko operasi katarak dan potensi komplikasi katarak membantu Anda lebih siap menjalani prosedur ini.

Dengan memilih fasilitas kesehatan yang tepat, mematuhi instruksi dokter, dan menjalani kontrol rutin, operasi katarak dapat memberikan manfaat besar bagi kualitas penglihatan Anda. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan kesehatan mata, kunjungi klinik mata klinik mata IEC Eye Care dan konsultasikan kebutuhan Anda bersama tenaga medis berpengalaman.

Referensi: 

  • Lazarus, Dr. R. (2021, July 22). Optometrists Network. Optometrists.org. https://www.optometrists.org/general-practice-optometry/guide-to-eye-conditions/guide-to-cataracts/cataract-surgery-what-to-expect/cataract-surgery-complications/
  • Cleveland Clinic Staff. (2023, September 8). Cataract surgery is a quick, painless surgery to remove a cloudy lens that’s causing vision problems. It improves vision in 9 out of 10 people. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21472-cataract-surgery
  • Cataract surgery – Mayo Clinic. (2025). Mayoclinic.org; https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cataract-surgery/about/pac-20384765
  • Moore, W. (2018, April 23). Complications of Cataract Surgery. WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/cataracts/complications-cataract-surgery

Proses Operasi Katarak, Pemeriksaan Awal hingga Pasca Operasi

Operasi katarak merupakan cara efektif untuk mengatasi katarak dan memulihkan kualitas penglihatan. Prosedur ini termasuk tindakan medis yang paling sering dilakukan di dunia, dengan tingkat keberhasilan yang tinggi dan risiko komplikasi yang relatif rendah jika dilakukan sesuai standar medis.

Artikel ini akan membahas proses operasi katarak secara lengkap, mulai dari pemeriksaan awal, tahapan prosedur operasi katarak, hingga perawatan pasca operasi. Dengan pemahaman yang baik, Anda dapat menjalani operasi dengan lebih tenang dan percaya diri.

Apa Itu Operasi Katarak dan Kapan Dibutuhkan?

Operasi katarak adalah prosedur bedah untuk mengangkat lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan atau intraocular lens (IOL). Lensa buatan ini dirancang untuk membantu memfokuskan cahaya agar penglihatan kembali jernih.

Tindakan ini umumnya dianjurkan ketika katarak mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti membaca, menyetir, atau mengenali wajah. Tidak ada keharusan menunggu katarak “matang” sebelum operasi selama kondisi mata dan kesehatan Anda memungkinkan.

Baca juga: Vitamin dan Makanan untuk Menurunkan Risiko Katarak

Pemeriksaan Awal Sebelum Operasi Katarak

Sebelum operasi katarak dilakukan, dokter mata akan menjalankan serangkaian pemeriksaan menyeluruh. Tujuannya adalah memastikan diagnosis, menilai tingkat keparahan katarak, serta menentukan jenis lensa yang paling sesuai untuk Anda.

Pemeriksaan meliputi tes ketajaman penglihatan, pemeriksaan struktur mata, serta pengukuran panjang dan kelengkungan bola mata. Data ini penting untuk menghitung kekuatan lensa buatan agar hasil penglihatan optimal setelah operasi.

Dokter juga akan meninjau riwayat kesehatan Anda secara keseluruhan. Kondisi seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau penggunaan obat tertentu perlu diperhatikan sebelum tindakan dilakukan.

Baca juga: Jenis Operasi Katarak

Persiapan Menjelang Prosedur Operasi Katarak

perbedaan-katarak-dan-glaukoma

Menjelang hari operasi, Anda biasanya akan diminta menggunakan obat tetes mata antibiotik atau antiinflamasi. Obat ini bertujuan mengurangi risiko infeksi dan peradangan setelah tindakan.

Gunakan pakaian yang nyaman dan pastikan orang terdekat mendampingi Anda karena penglihatan Anda mungkin belum optimal setelah prosedur selesai. Operasi katarak umumnya dilakukan dengan anestesi lokal berupa obat tetes mata. Anda akan tetap sadar, tetapi tidak merasakan nyeri selama tindakan berlangsung.

Bagaimana Proses Operasi Katarak Berlangsung?

Proses operasi katarak paling sering dilakukan menggunakan teknik fakoemulsifikasi. Dokter membuat sayatan kecil di kornea, lalu menggunakan alat ultrasonik untuk memecah lensa keruh menjadi bagian kecil dan menghisapnya keluar.

Setelah lensa alami diangkat, lensa buatan yang fleksibel dimasukkan ke dalam kantung lensa. Lensa ini akan mengembang dan menyesuaikan posisi secara otomatis di dalam mata.

Sayatan kecil yang dibuat dokter pada kornea biasanya tidak memerlukan jahitan dan dapat menutup dengan sendirinya. Prosedur ini minim perdarahan dan mempercepat proses penyembuhan.

Berapa Lama Operasi Katarak Berlangsung?

Salah satu pertanyaan paling umum adalah, berapa lama operasi katarak dilakukan. Secara umum, prosedur operasi katarak berlangsung sekitar 15 hingga 30 menit untuk satu mata.

Meskipun relatif singkat, Anda tetap perlu meluangkan waktu lebih lama di klinik atau rumah sakit tempat Anda melakukan operasi. Hal ini mencakup persiapan sebelum operasi dan observasi singkat setelah tindakan selesai.

Biasanya, operasi dilakukan pada satu mata terlebih dahulu. Mata lainnya akan dioperasi beberapa minggu kemudian jika diperlukan.

Perawatan dan Pemulihan Pasca Operasi Katarak

katarak-masalah-kesehatan-yang-sering-terjadi

Setelah operasi, mata Anda akan ditutup dengan pelindung untuk mencegah iritasi. Penglihatan mungkin masih buram pada hari pertama, tetapi akan membaik secara bertahap dalam beberapa hari.

Dokter akan meresepkan obat tetes mata untuk mencegah infeksi dan mengontrol peradangan. Sangat penting untuk menggunakannya sesuai jadwal dan tidak menghentikannya tanpa arahan dari dokter.

Selama masa pemulihan, hindari mengucek mata, mengangkat beban berat, atau berenang. Anda juga perlu melakukan kontrol rutin untuk memastikan proses penyembuhan berjalan dengan baik.

Risiko dan Keamanan Operasi Katarak

Operasi katarak termasuk prosedur yang aman dengan tingkat keberhasilan tinggi. Namun, seperti tindakan medis lainnya, tetap ada risiko seperti infeksi, peradangan, atau peningkatan tekanan pada bola mata.

Komplikasi serius jarang terjadi, terutama jika Anda mengikuti instruksi dokter dengan baik sebelum dan setelah operasi. Pemeriksaan lanjutan membantu mendeteksi masalah sejak dini.

Diskusikan semua kekhawatiran Anda dengan dokter mata agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Prosedur operasi katarak dirancang sebagai proses yang sederhana, cepat, dan aman dengan teknologi medis modern. Meski demikian, dari pemeriksaan awal hingga perawatan pasca operasi, setiap tahap memiliki peran penting dalam keberhasilan hasil penglihatan Anda.

Jika Anda mempertimbangkan operasi katarak, diskusikan dengan dokter spesialis mata mengenai pilihan terbaik sesuai kondisi Anda. Untuk mendapatkan informasi kesehatan mata yang terpercaya, silakan kunjungi website kami atau langsung datang ke klinik mata IEC Eye Care untuk berkonsultasi. 

Referensi: 

  • Cataract surgery – Mayo Clinic. (2025). Mayoclinic.org; https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cataract-surgery/about/pac-20384765
  • McKinney, K. (2024, October 9). Cataract Surgery: Risks, Recovery, Costs. American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-cataract-surgery
  • Cleveland Clinic Staff. (2023, September 8). Cataract surgery is a quick, painless surgery to remove a cloudy lens that’s causing vision problems. It improves vision in 9 out of 10 people. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21472-cataract-surgery
  • NHS website. (2017, October). Cataract surgery. Nhs.uk. https://www.nhs.uk/tests-and-treatments/cataract-surgery/
  • Majid Moshirfar, Milner, D., & Patel, B. C. (2023, July 18). Cataract Surgery. Nih.gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559253/

Perbedaan Katarak dan Glaukoma, Perlu Waspadai Keduanya

perbedaan-katarak-dan-glaukoma

Masalah penglihatan sering kali dianggap sepele, padahal beberapa penyakit mata bisa menyebabkan kebutaan permanen jika tidak ditangani dengan tepat. Dua kondisi yang paling sering disalahpahami adalah katarak dan glaukoma.

Banyak orang mengira katarak glaukoma adalah penyakit yang sama. Padahal, perbedaan glaukoma dan katarak cukup signifikan, baik dari segi penyebab, gejala, maupun cara pengobatannya.

Agar kamu tidak salah kaprah, artikel ini akan membahas secara lengkap tentang glaukoma dan katarak, mulai dari pengertian, ciri-ciri, faktor risiko, hingga metode penanganannya.

Baca juga: Glaukoma Pada Mata Bisa Bikin Buta, Kenali dan Cegah!

Katarak dan Glaukoma Apakah Sama? Mana Lebih Berbahaya

perbedaan-katarak-dan-glaukoma

Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata menjadi keruh, sehingga cahaya yang masuk ke mata tidak dapat difokuskan dengan baik ke retina. Akibatnya, penglihatan menjadi buram seperti melihat melalui kaca berembun.

Sedangkan, glaukoma adalah penyakit mata yang terjadi akibat kerusakan saraf optik. Glaukoma disebabkan oleh tekanan bola mata yang terlalu tinggi. Umumnya, kerusakan ini bersifat permanen dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan jika tidak ditangani dengan cepat dan serius.

Penyebab Katarak dan Glaukoma yang Perlu Diwaspadai

penyebab-katarak-dan-glaukoma

Penyebab katarak dan glaukoma cukup berbeda. Katarak memiliki beberapa tipe dengan penyebab yang berbeda-beda, antara lain:

  • Katarak Kongenital: Jenis katarak ini muncul pada bayi baru lahir atau beberapa bulan setelah lahir. Katarak kongenital kasus yang cukup jarang terjadi. Sampai saat ini belum ada penyebab pasti dari katarak kongenital, namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa katarak kongenital ini diturunkan melalui genetik.
  • Katarak Berkaitan dengan Usia: Seiring berjalannya usia, penurunan kesehatan sering terjadi. Oleh karena itu, katarak umumnya terjadi pada orang dengan usia lanjut. Namun terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan katarak, seperti kebiasaan merokok, kebiasaan mengonsumsi alkohol, riwayat genetik katarak, menderita diabetes melitus, pernah menjalani operasi mata atau glaukoma, dan konsumsi obat-obatan steroid.

Sedangkan, pada glaukoma disebabkan oleh kerusakan saraf optik akibat faktor genetik. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang juga dapat menyebabkan glaukoma, antara lain:

  • Tekanan bola mata tinggi
  • Usia lanjut (> 55 tahun)
  • Memiliki penyakit tertentu seperti diabetes melitus, tekanan darah tinggi, dan anemia sel sabit
  • Kornea yang tipis di bagian tengah
  • Menderita rabun jauh atau dekat dengan kasus berat
  • Mengalami cedera mata
  • Pernah menjalani operasi mata
  • Penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang

Baca Juga: Baru Operasi Katarak? Ini Pantangan yang Tidak Boleh Anda Lakukan

Teliti Perbedaan Gejala Katarak dan Glaukoma

gejala-katarak-dan-glaukoma

Katarak memiliki beberapa gejala yang mengganggu, terutama pada menurunnya penglihatan. Berikut ini beberapa gejala dari katarak.

  • Penglihatan menjadi buram, tidak jelas, hingga terdapat kilatan cahaya
  • Kesulitan melihat dengan jelas terutama pada malam hari
  • Mata sensitif terhadap cahaya
  • Membutuhkan cahaya lebih terang untuk membaca atau aktivitas lainnya
  • Terdapat lingkaran cahaya (halo) pada penglihatan
  • Penglihatan menguning atau memudar
  • Penglihatan menjadi ganda

Sedangkan, gejala glaukoma agak sedikit berbeda. Karena terdapat beberapa tipe glaukoma dengan gejala yang berbeda-beda Di bawah ini gejala glaukoma yang harus kamu waspadai.

1. Glaukoma Sudut Terbuka

Glaukoma dengan sudut terbuka umumnya tidak memiliki gejala di awal. Namun seiring berjalannya waktu, terdapat titik buta pada sisi penglihatan. Kemudian, gejala akan semakin memburuk dengan penurunan penglihatan.

2. Glaukoma Sudut Tertutup Akut

Pada glaukoma sudut tertutup akut gejalanya dapat berupa sakit kepala berat, nyeri pada bagian mata, mual dan muntah, dan penglihatan yang buram. Gejala lainnya juga dapat berupa melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu.

3. Glaukoma Tekanan Normal

Glaukoma dengan tipe tekanan normal biasanya tidak terdapat gejala pada tahao awal. Penglihatan akan buram secara bertahap dan dapat kelihatan penglihatan samping (perifer).

4. Glaukoma pada Anak

Tak hanya pada orang dengan usia lanjut, glaukoma juga dapat terjadi pada anak-anak dan bayi. Umumnya, gejala pada bayi dapat berupa mata tampak kusam dan keruh, serta bayi akan sering berkedip. Gejala lainnya juga dapat berupa air mata yang keluar tanpa menangis, penglihatan buram, rabun jauh, dan sakit kepala yang berat.

5. Glaukoma Pigmenter

Pada glaukoma pigmenter, biasanya penderita akan melihat lingkaran cahaya (halo) saat berada di sekitar lampu. Gejala lainnya dapat berupa penglihatan buram setelah berolahraga, dan kelihatan penglihatan samping secara bertahap.

Baca Juga: Didiagnosis Glaukoma, Bisakah Disembuhkan? Apa Saja Pengobatan Glaukoma?

Cara Penanganan Katarak dan Glaukoma

pengobatan-katarak-dan-glaukoma

Perbedaan katarak dan glaukoma lainnya adalah pada pengobatan. Pada katarak, pengobatan yang dianjurkan adalah dengan melakukan operasi. Prosedur ini berfungsi untuk mengangkat lensa yang terkena katarak dan melakukan penanaman lensa buatan agar penglihatan dapat lebih baik.

Sedangkan, pada glaukoma umumnya kerusakan bersifat permanen. Namun, Anda mungkin akan diresepkan beberapa obat-obatan yang akan membantu memperlambat kerusakan, serta pemeriksaan kesehatan rutin juga akan membantu dalam mencegah kebutaan permanen. Selain itu, Anda juga bisa menjalani operasi yang melibatkan laser untuk mengeringkan cairan di dalam mata dan mengurangi tekanan pada mata. 

Kedua pengobatan katarak dan glaukoma tentunya harus disertai dengan pemeriksaan kondisi mata terlebih dahulu dan mengikuti rekomendasi dokter. Hal ini supaya tindakan medis yang dilakukan sesuai dengan kondisi mata Anda.

Meski sama-sama menyerang mata, perbedaan glaukoma dan katarak sangatlah jelas. Katarak terjadi pada lensa mata dan bisa disembuhkan dengan operasi. Sedangkan glaukoma merusak saraf optik dan bersifat permanen.

Jika Anda memiliki masalah kesehatan mata IEC Eye Care siap melayani sepenuh hati. Ditangani oleh dokter profesional yang berpengalaman, Klinik IEC Eye Care jadi tempat terbaik untuk mendapatkan solusi terkait kesehatan mata Anda.

Referensi:

Mengenal Katarak Kongenital, Seperti Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Katarak adalah gangguan penglihatan yang identik pada orang dengan usia lanjut. Namun faktanya, katarak juga dapat terjadi sejak bayi baru lahir. Kondisi ini dikenal dengan katarak kongenital dan menjadi gangguan mata serius yang perlu penanganan sedini mungkin.

Bagi banyak orang tua, mendengar diagnosis katarak pada anak tentu menimbulkan kekhawatiran besar. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah “Apakah itu katarak kongenital? Apa penyebabnya? Apakah bisa sembuh?”.

Melalui artikel ini, Anda dapat memahami apa itu katarak kongenital secara lengkap, mulai dari gejala, hingga pilihan pengobatannya.

Baca juga: Jangan Abai! Inilah Ciri Mata Katarak yang Sering Tak Disadari & Tips Mencegahnya

Apa Itu Katarak Kongenital? Apa Bedanya dengan Katarak pada Umumnya

apa-itu-katarak-kongenital

Katarak merupakan gangguan penglihatan yang terjadi pada lensa mata. Jika lensa mata sehat seharusnya bening, katarak membuat lensa menjadi keruh sehingga penderitanya kesulitan melihat, terutama pada malam hari. 

Berbeda dengan katarak biasa, katarak jenis ini merupakan kondisi kekeruhan pada lensa mata yang terjadi pada bayi baru lahir atau muncul pada beberapa bulan pertama kehidupan. Lensa mata yang keruh membuat cahaya tidak bisa masuk ke dalam retina secara optimal, membuat penderitanya tidak bisa melihat secara sempurna.

Hal ini dapat mengganggu perkembangan penglihatan anak. Tak hanya itu, katarak jenis ini juga dapat memengaruhi perkembangan sistem visual otak. Tanpa penanganan yang tepat, katarak jenis ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan.

Baca juga: Baru Operasi Katarak? Ini Pantangan yang Tidak Boleh Anda Lakukan

Penyebab & Gejala Katarak Kongenital

penyebab-katarak-kongenital

Katarak kongenital merupakan kondisi kesehatan yang cukup jarang terjadi. Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab katarak jenis ini. Namun, biasanya katarak ini sering muncul sebagai bagian dari kelainan bawaan, seperti:

  • Sindrom kondrodysplasia
  • Rubella kongenital
  • Sindrom Conradi-Hünermann
  • Sindrom displasia ektodermal
  • Katarak kongenital familial
  • Galactosemia
  • Sindrom Hallermann-Streiff
  • Sindrol Lowe
  • Sindrom Marinesco Sjörgen
  • Sindrom Pierre-Robin
  • Trisomi 13

Katarak kongenital umumnya tampak berbeda dibandingkan jenis katarak lainnya. Di bawah ini beberapa gejala katarak jenis ini yang perlu Anda ketahui.

  • Bayi tampak tidak merespons rangsangan visual dari lingkungan sekitarnya (terutama jika katarak terjadi pada kedua mata)
  • Pupil mata terlihat keruh berwarna abu-abu atau putih (normalnya pupil berwarna hitam)
  • Pantulan merah pada pupil mata (red reflex)
  • Gerakan mata yang cepat dan tidak normal (nistagmus)

Diagnosis

Dalam mendiagnosis katarak kongenital, bayi perlu menjalani beberapa pemeriksaan mata secara menyeluruh yang dilakukan oleh dokter spesialis mata. Selain itu, pasien mungkin juga perlu diperiksa oleh dokter spesialis anak dalam menangani penyakit atau kelainan bawaan yang diturunkan secara genetik.

Pada beberapa kasus, pemeriksaan tambahan seperti tes darah atau rontgen juga mungkin diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasari katarak jenis ini.

Baca juga: Kenali Yuk Ciri-Ciri Mata Katarak Sebelum Terlambat

Prosedur untuk Katarak Kongenital

pengobatan

Jika katarak kongenital tergolong ringan dan tidak memengaruhi penglihatan, kondisi ini mungkin tidak memerlukan tindakan khusus, terutama bila terjadi pada kedua mata. Namun, pada kasus katarak berat yang mengganggu penglihatan, perlu ditangani dengan operasi pengangkatan katarak. 

Pada operasi katarak dewasa, biasanya prosedur pemasangan lensa buatan (Lensa Intraokular) akan dilakukan setelah prosedur pengangkatan lensa katarak. Namun, penggunaan IOL pada bayi umumnya tidak disarankan. Pasien bayi biasanya akan diberikan lensa kontak khusus yang membantu penglihatan pasca operasi.

Apakah Katarak Kongenital Bisa Dicegah?

pencegahan-katarak-kongenital

Katarak kongenital tidak selalu bisa dicegah, terutama katarak kongenital yang disebabkan oleh faktor keturunan. Namun, menjaga kesehatan ibu selama periode persiapan dan kehamilan menjadi kunci untuk menurunkan risiko katarak kongenital. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan pemeriksaan kehamilan secara rutin bisa membantu menurunkan risiko dan mendeteksi katarak jenis ini sedini mungkin. 

Itulah informasi mengenai katarak kongenital yang perlu kamu ketahui. Pastikan kamu selalu menjaga kesehatan diri dan calon bayi untuk menurunkan risiko katarak.

Referensi:

10 Vitamin & Makanan untuk Menurunkan Risiko Katarak

Penglihatan yang mulai buram, silau berlebihan saat malam hari, hingga warna yang tampak memudar sering kali menjadi ciri awal katarak. Kondisi ini memang lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia, tetapi faktor gaya hidup dan nutrisi juga berperan penting dalam prosesnya. 

Banyak orang mencari vitamin mata katarak atau bahkan berharap menemukan obat katarak paling ampuh tanpa operasi. Meski katarak tidak dapat dihilangkan hanya dengan suplemen atau makanan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa asupan nutrisi tertentu berkaitan dengan risiko katarak yang lebih rendah dan progresi yang lebih lambat. 

Artikel ini membahas vitamin dan makanan yang berperan dalam menjaga kesehatan mata berdasarkan bukti ilmiah. Tujuan dari artikel ini adalah membantu Anda memahami pilihan nutrisi yang relevan, realistis, dan mudah diterapkan dalam keseharian. 

Daftar Vitamin untuk Mata Katarak

Berikut ini adalah beberapa pilihan vitamin yang baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan mata dan membantu menurunkan risiko katarak:

1. Vitamin C

 

Vitamin C dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi mata dari kerusakan akibat radikal bebas. Paparan sinar matahari dan polusi sehari-hari dapat mempercepat kerusakan pada bagian mata yang berperan dalam penglihatan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin C yang lebih tinggi dari makanan berkaitan dengan risiko katarak yang lebih rendah. Vitamin ini membantu menjaga lensa mata tetap jernih dan bekerja dengan baik seiring bertambahnya usia.

2. Vitamin E

Vitamin E membantu melindungi bagian mata yang berperan dalam menangkap cahaya. Jika bagian ini sering terpapar radikal bebas dari sinar matahari atau polusi, fungsi penglihatan bisa menurun lebih cepat.

Dengan asupan vitamin E yang cukup, mata mendapatkan perlindungan tambahan dari kerusakan seiring dengan pertambahan usia. Inilah sebabnya vitamin E sering dikaitkan dengan upaya menjaga penglihatan tetap baik dalam jangka panjang.

3. Lutein dan Zeaxanthin

Lutein dan zeaxanthin adalah zat alami yang memang dibutuhkan mata. Keduanya membantu mata menghadapi paparan cahaya terang, terutama dari sinar matahari dan layar digital.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan asupan lutein dan zeaxanthin yang lebih tinggi cenderung memiliki kondisi mata yang lebih baik seiring bertambahnya usia. Nutrisi ini sering dikaitkan dengan penglihatan yang lebih nyaman dan tidak cepat buram.

4. Vitamin A dan Beta-karoten

Vitamin A berperan penting dalam membantu mata melihat dengan jelas, terutama saat berada di tempat yang gelap atau kurang terang. Jika tubuh kekurangan vitamin A, mata bisa lebih mudah terasa lelah dan sulit menyesuaikan diri dengan perubahan cahaya.

Walau tidak secara langsung menurunkan katarak, vitamin A tetap dibutuhkan agar mata bekerja dengan optimal. Asupan yang seimbang membantu menjaga kesehatan mata secara keseluruhan.

5. Vitamin B

Vitamin B membantu menjaga kerja saraf, termasuk saraf yang menghubungkan mata ke otak. Jika saraf ini tidak bekerja dengan baik, penglihatan bisa terasa kurang nyaman dan mata lebih cepat lelah.

Beberapa jenis vitamin B, seperti vitamin B2 dan B12, berperan dalam membantu sel-sel mata tetap berfungsi dengan baik. Asupan vitamin B yang cukup juga dikaitkan dengan berkurangnya risiko gangguan penglihatan seiring bertambahnya usia.

Vitamin B tidak bekerja sendirian. Perannya saling melengkapi dengan vitamin lain untuk menjaga kesehatan mata secara keseluruhan dan membantu penglihatan tetap stabil dalam aktivitas sehari-hari.

Daftar Makanan yang Mendukung Kesehatan Mata

Selain vitamin, ada juga makanan yang bisa mendukung kesehatan mata sekaligus membantu mengurangi risiko katarak, seperti berikut. 

6. Buah dan Sayuran Tinggi Vitamin C

Jeruk, kiwi, stroberi, paprika, dan brokoli merupakan sumber vitamin C yang baik. Konsumsi rutin dari bahan alami membantu menjaga keseimbangan antioksidan dalam tubuh.

Asupan vitamin C dari makanan dikaitkan dengan perlindungan lensa mata terhadap kerusakan oksidatif. Pola makan berbasis buah dan sayur juga membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

7. Sayuran Hijau 

Bayam, kale, dan sawi hijau mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan mata. Zat ini membantu mata tetap nyaman digunakan untuk melihat dalam waktu lama.

Mengonsumsi sayuran hijau secara rutin juga membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mata yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh.

8. Kacang dan Biji-bijian

Kacang almond, hazelnut, dan biji bunga matahari mengandung vitamin E dan lemak baik. Kandungan ini membantu tubuh menyerap nutrisi yang dibutuhkan mata dengan lebih baik.

Selain itu, kacang dan biji juga mendukung aliran darah yang baik, sehingga nutrisi dapat sampai ke mata dengan optimal.

9. Ikan Berlemak

Ikan seperti salmon dan sarden mengandung lemak sehat yang penting bagi kesehatan mata. Lemak ini membantu menjaga fungsi mata tetap stabil seiring bertambahnya usia.

Walau tidak berkaitan langsung dengan katarak, konsumsi ikan berlemak secara rutin membantu menjaga kondisi mata secara menyeluruh.

10. Gandum Utuh dan Makanan Sumber Antioksidan Alami

Gandum utuh, beras merah, dan oatmeal mengandung antioksidan serta vitamin B kompleks yang mendukung metabolisme sel, termasuk sel-sel pada mata. Nutrisi ini membantu tubuh melawan stres oksidatif yang berperan dalam proses penuaan lensa mata.

Konsumsi karbohidrat kompleks dari gandum utuh juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hal ini penting karena kadar gula darah yang tidak terkontrol diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan mata, termasuk katarak, dalam jangka panjang.

Vitamin dan makanan tertentu dapat membantu menjaga kesehatan mata jika dikonsumsi secara rutin. Vitamin dan makanan kaya nutrisi baik untuk kesehatan mata bekerja dengan cara mendukung fungsi mata agar tetap optimal dan menurunkan risiko katarak.

Meski demikian, pendekatan nutrisi bukan solusi instan, tetapi bagian dari kebiasaan hidup sehat yang dapat membantu mendukung kesehatan mata. Dengan pola makan seimbang, Anda membantu mata tetap berfungsi dengan baik lebih lama.

Untuk informasi kesehatan mata lainnya, Anda dapat mengunjungi website resmi IEC Eye Care atau datang langsung ke klinik untuk berkonsultasi dengan tim dokter profesional kami.

Referensi: 

  • Weikel, K. A., Garber, C., Baburins, A., & Taylor, A. (2013). Nutritional modulation of cataract. Nutrition Reviews, 72(1), 30–47. https://doi.org/10.1111/nure.12077
  • Sissons, B. (2019, October 23). What are the best vitamins for eye health? Medicalnewstoday.com; Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326758#vitamins-and-the-diet
  • Atli Arnarson BSc, PhD. (2019, February 15). 8 Nutrients That Will Optimize Your Eye Health. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/nutrition/8-nutrients-for-eyes
  • Foods, S. (2016, March 28). Vitamin See: Foods Rich in Vitamin C Help Curb Cataracts. American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/news/vitamin-c-rich-foods-help-curb-cataracts
  • Diet and Nutrition. (2026). Aoa.org. https://www.aoa.org/healthy-eyes/caring-for-your-eyes/diet-and-nutrition

 

 

 

Ini 4 Jenis Operasi Katarak, Efektif Pulihkan Penglihatan

jenis-operasi-katarak

Katarak jadi salah satu penyebab gangguan penglihatan paling umum di dunia. Kondisi ini terjadi ketika lensa mata yang seharusnya bening menjadi keruh, sehingga penglihatan tampak buram, silau dan tak lagi jelas. Tidak hanya rasa tak nyaman, katarak dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, prosedur operasi menjadi salah satu solusi yang efektif untuk mengatasi masalah kesehatan mata ini.

Saat ini, perkembangan teknologi medis membuat jenis operasi katarak semakin beragam, aman dan memberikan hasil penglihatan yang optimal. Setiap pasien dapat menjalani metode operasi katarak yang berbeda-beda, sesuai dengan kondisi mata, tingkat keparahan katarak, dan rekomendasi dokter spesialis mata. Supaya lebih memahaminya, simak informasi 4 jenis operasi katarak yang efektif kembalikan penglihatan secara optimal di bawah ini.

Baca juga: Ini Ciri-ciri Mata yang Tidak Bisa LASIK, Apa Alternatifnya? 

Apa Itu Operasi Katarak? Seperti Apa Prosedurnya  apa-itu-operasi-katarak

Katarak merupakan gangguan penglihatan yang dapat memburuk secara signifikan jika tidak segera ditangani dengan serius. Bahkan, katarak dapat menyebabkan kebutaan. Kondisi kerusakan lensa mata yang terjadi ini disebabkan oleh banyak faktor.

Operasi katarak adalah prosedur medis untuk mengangkat lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan yang disebut Intraocular Lens (IOL). Tujuan utama tindakan ini adalah mengembalikan kejernihan penglihatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Prosedur operasi katarak biasanya dilakukan berdasarkan kondisi pasien. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan keparahan dan kebutuhan operasi agar sesuai dengan kondisi pasien. Pada saat operasi, dokter akan memberikan obat-obatan untuk membuat area di sekitar mata tidak sakit selama operasi berlangsung.

Berbeda dengan stigma lama, operasi katarak bukan prosedur berisiko tinggi. Dengan teknik operasi katarak modern, tindakan ini relatif cepat, minim nyeri, dan memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi.

Baca juga: Sudah Operasi LASIK, Apakah Tetap Butuh Kacamata?

Kapan dan Pada Kondisi Seperti Apa Operasi Katarak Diperlukan?

kapan-operasi-katarak-diperlukan

Operasi katarak dianjurkan ketika pasien mengalami beberapa kondisi, seperti:

  • Penglihatan mulai buram dan mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Kesulitan membaca, mengemudi, hingga melihat di malam hari
  • Mata sensitif terhadap cahaya
  • Kacamata tidak lagi membantu memperbaiki penglihatan

Umumnya, dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan apakah Anda sudah memerlukan operasi dan metode operasi katarak apa yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

4 Jenis-jenis Operasi Katarak yang Umum Dilakukan

jenis-operasi-katarak

Jika ingin melakukan prosedur operasi katarak, tak ada salahnya mengetahui jenis-jenis operasi katarak yang tersedia di Indonesia. Terdapat beberapa jenis operasi katarak, berikut penjelasan lengkapnya.

1. Intracapsular Cataract Extraction (ICCE)

Metode Intracapsular Cataract Extraction (ICCE) merupakan metode lama yang saat ini telah jarang dilakukan. Dalam metode ini, lensa yang terkena katarak akan diangkat secara keseluruhan dari mata. Prosedur jenis operasi katarak ini memerlukan sayatan yang cukup besar pada mata agar lensa dan selaput bisa diangkat sekaligus. 

ICCE kini jadi prosedur yang tidak begitu direkomendasikan karena risiko komplikasi yang tinggi. Selain itu, tidak ada penanaman lensa buatan pada prosedur ini, sehingga penglihatan kurang optimal. 

2. Extracapsular Cataract Extraction (ECCE)

Pada prosedur Extracapsular Cataract Extraction (ECCE), dokter akan menggunakan peralatan medis yang kecil untuk mengangkat katarak dalam satu kali tindakan. Biasanya prosedur ini dilakukan pada kasus katarak dengan tingkat keparahan tinggi. 

Pada prosedur ECCE, dokter akan menanamkan lensa buatan untuk membantu penglihatan pasien lebih jelas pasca operasi. Proses pemulihan pada prosedur ECCE ini cenderung lebih lama.

3. Phacoemulsification

Pada prosedur ini, dokter akan menghancurkan lensa yang terkena katarak dengan alat ultrasonik. Pada prosedur phacoemulsification, sayatan pada mata dibuat lebih kecil. Jika lensa yang terkena telah diangkat, dokter kemudian akan memasangkan lensa buatan untuk membantu penglihatan pasien pasca operasi. 

Pada phacoemulsification, sayatan pada mata tidak perlu dijahit karena dapat menutup sendiri seiring berjalannya waktu. Hal ini membuat proses pemulihan pada metode phacoemulsification lebih cepat dan efektif.

4. Laser-Assisted Cataract Surgery (LACS)

Pada prosedur Laser-Assisted Cataract Surgery (LACS), dokter akan membuat sayatan kecil pada mata menggunakan laser dan membuat katarak melunak dan menjadi lebih mudah untuk diangkat. Umumnya, prosedur LACS ini mirip dengan metode phacoemulsification. Hanya saja, LACS menggunakan laser untuk membuat sayatan yang mana membuat proses pemulihan pasien lebih cepat.

Umumnya prosedur operasi berlangsung kurang dari satu jam. Jika Anda memiliki katarak pada kedua mata, dokter biasanya akan menyarankan untuk memberi jeda operasi 1-2 minggu untuk operasi selanjutnya.

Baca juga: Operasi LASIK Mata Pakai BPJS, Apakah Bisa Ditanggung?

Itulah jenis-jenis operasi katarak yang bisa jadi pilihan Anda. Memahami jenis operasi katarak sangat penting sebelum Anda melakukan tindakan medis. Setiap metode memiliki keunggulan dan indikasi masing-masing. Dengan kemajuan teknik operasi katarak, tindakan ini kini menjadi prosedur yang aman, cepat, dan efektif dalam mengatasi katarak.

Jika Anda memiliki gejala katarak atau ingin berkonsultasi lebih lanjut, klinik mata IEC Eye Care siap mendampingi perjalanan kesehatan mata Anda. Dapatkan pelayanan terbaik yang dilakukan oleh dokter spesialis mata profesional berpengalaman sekarang!

Referensi:

5 Cara Mencegah Katarak agar Mata ‘Jernih’ di Usia Senja

5-cara-mencegah-katarak-agar-mata-jernih-di-usia-senja

Katarak sering dianggap sebagai penyakit pada orang dengan usia lanjut. Padahal, faktanya katarak juga bisa terjadi sejak usia muda tanpa disadari. Gaya hidup yang tidak sehat, paparan gadget secara berlebihan, pola makan tidak seimbang, hingga kebiasaan merokok ternyata dapat mempercepat kerusakan pada lensa mata. 

Oleh karena itu, penting untuk memahami cara mencegah katarak sejak usia muda agar kesehatan mata tetap optimal hingga usia tua. Di bawah ini beberapa cara pencegahan katarak yang bisa Anda lakukan sejak usia muda. Caranya pun sederhana dan efektif mencegah katarak mata. Simak informasi lengkapnya lewat ulasan di bawah ini!

Baca juga: Mata Merah Tapi Tidak Sakit dan Gatal Bisa Jadi Anda Terkena Konjungtivitis

Katarak: Masalah Kesehatan Mata yang Sering Terjadi

katarak-masalah-kesehatan-yang-sering-terjadi

Katarak adalah kondisi ketika lensa mata yang seharusnya bening menjadi keruh. Hal ini membuat penglihatan orang yang menderitanya menjadi buram, berkabut, silau, hingga sulit melihat dengan jelas, terutama pada malam hari. Jika tidak ditangani dengan serius, katarak dapat menurunkan penglihatan secara signifikan hingga menjadi penyebab kebutaan.

Menurut data WHO, kararak menyebabkan 51% kebutaan di kawasan Mediretania Timur. Terdapat beberapa hal yang menjadi faktor risiko penyebab katarak, antara lain:

  • Usia
  • Genetik
  • Diabetes
  • Paparan sinar matahari secara berlenihan
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Obesitas
  • Tekanan darah tinggi
  • Penggunaan obat-obatan steroid secara berlebihan

Terdapat beberapa gejala katarak yang harus kamu waspadai dan kerap tak disadari, antara lain:

  • Penglihatan kabur atau menjadi keruh
  • Tidak dapat melihat dengan jelas pada malam hari
  • Mata sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan menjadi ganda

Baca juga: Manfaat Daun Sirih untuk Mata: Fakta dan Cara Penggunaannya

Tips & Cara Mencegah Katarak Sejak Dini

5-cara-mencegah-katarak

Katarak merupakan masalah kesehatan mata yang bisa dicegah sejak dini. Tak hanya dengan melakukan pola hidup sehat, terdapat beberapa hal yang harus dipahami agar Anda dapat menghindari katarak terutama pada usia lanjut. Di bawah ini lima cara pencegahan katarak yang bisa dilakukan.

1. Konsumsi Makanan dengan Gizi Seimbang

Nutrisi merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan mata, termasuk untuk mencegah terjadinya katarak pada usia lanjut. Terdapat beberapa jenis nutrien yang sangat dibutuhkan oleh mata, seperti vitamin C, E dan A. Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi bagi mata, membuat mata dapat bekerja secara optimal. Beberapa jenis makanan yang mengandung nutrisi untuk mata, antara lain sayur-sayuran hijau, seperti kale dan bayam; ikan dengan omega 3 tinggi, seperti salmon, tuna, dan ikan halibut; kacang-kacangan; dan buah sitrus.

2. Jaga Berat Badan Ideal

Obesitas jadi salah satu faktor risiko yang menjadi penyebab katarak. Menurut CDC (2024), obesitas berisiko akan diabetes tipe dua yang dapat menyebabkan komplikasi katarak hingga kebutaan. Dengan menjaga berat badan ideal, Anda tak hanya menjaga kesehatan mata tetap optimal, namun juga menjaga kesehatan tubuh secara optimal.

3. Kurangi Paparan Gadget dan Sinar Matahari

Semakin berkembangnya teknologi, paparan terhadap gadget kini sulit untuk dihindari. Anda mungkin terpapar layar di banyak tempat, seperti tempat kerja, rumah, hingga melalui telepon seluler yang digunakan sehari-hari. Hal ini menjadi penyebab penurunan kesehatan mata yang sering terjadi. Dengan mengurangi screen time, Anda dapat menjaga kesehatan dan merawat mata dari katarak.

Tak hanya gadget, paparan sinar matahari secara berlebihan juga dapat menjadi penyebab terjadinya katarak. Terlebih, kita hidup di negara tropis yang memiliki waktu lebih panjang terkena paparan matahari. Anda dapat mencegah paparan sinar matahari dengan menggunakan kacamata anti UV yang bisa mengurangi kerusakan pada mata.

4. Berhenti Merokok

Faktor risiko katarak lainnya adalah kebiasaan merokok. Beberapa penelitian menemukan bahwa kebiasaan merokok meningkatkan risiko penurunan kesehatan retina, katarak, hingga kerusakan saraf mata. Jika Anda perokok aktif, sebaiknya Anda menghentikan kebiasaan ini dari sekarang. Paparan asap rokok terhadap mata dapat merusak lensa mata seiring berjalannya waktu. 

5. Menjaga Gula Darah Normal

Hal terakhir yang harus Anda perhatikan dalam mencegah katarak adalah gula darah. Menurut data CDC (2024), sebanyak 90% kebutaan disebabkan oleh diabetes. Dengan menjaga gula darah normal dan pola makan seimbang, Anda dapat mencegah terjadinya diabetes dan katarak secara bersamaan, sehingga risiko akan kebutaan dapat menurun.

Baca juga: Ujung Mata Gatal? Ini Penyebab dan Solusi Ampuh untuk Mengatasinya

Itulah beberapa cara mencegah katarak yang bisa Anda lakukan sejak usia muda. Dengan melakukan gaya hidup sehat dan melindungi mata dari paparan gadget dan sinar UV, Anda dapat menjaga kualitas lensa mata dan menurunkan risiko akan katarak. 

Tak hanya katarak, masalah kesehatan lainnya yang sering terjadi pada mata adalah miopia. Anda bisa melakukan LASIK dan produksi koreksi mata lainnya dengan Klinik IEC Eye Care. Nikmati kualitas pelayanan terbaik yang dilakukan dokter spesialis mata profesional.

Referensi:

Baru Operasi Katarak? Ini Pantangan yang Tidak Boleh Anda Lakukan

Artikel direview oleh dr. Hadi Prakoso Wreksoatmodjo, SpM(K)

Operasi katarak adalah tindakan yang umum dilakukan dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Agar proses penyembuhan bisa berjalan optimal, Anda perlu memperhatikan hal yang tidak boleh dilakukan setelah operasi katarak. Berikut poin penting yang perlu Anda ingat.

1. Mengucek / Menggosok Mata

Pasca operasi katarak, pasien biasanya merasakan beberapa keluhan, di antaranya mata terasa berpasir dan gatal. Secara reflek, manusia biasa menggosok atau mengucek mata yang terasa tidak nyaman. 

Namun, Anda perlu menghindarinya karena tindakan ini bisa menimbulkan iritasi yang memperlambat proses penyembuhan pasca operasi. 

Beri obat tetes mata yang telah diresepkan dokter untuk menghindari perkembangan bakteri yang dapat memicu rasa gatal dan alergi.

Namun jika rasa gatal tak tertahankan, Anda bisa meredakannya dengan bantuan kompres air dingin  di area dekat mata. Alasan lain menggosok mata tidak boleh dilakukan karena tangan Anda bisa membawa kuman tanpa disadari. 

Dalam kondisi normal, sebenarnya sudah ada banyak bakteri yang ada di dalam mata. Inilah yang menjadi alasan dokter menyuntikkan antibiotik ke dalam mata atau memberi obat tetes mata yaitu untuk meminimalkan jumlah bakteri yang ada. Maka, pasca operasi katarak, Anda harus ekstra menjaga agar mata tetap steril.

2. Menekan Mata

Menekan mata bisa membuat posisi lensa bergeser. Hal tersebut bisa menyebabkan pandangan menjadi kabur, berbayang dan lainnya. 

Dalam beberapa kasus, menekan mata bisa menyebabkan lensa buatan terlepas yang membuat tindakan operasi harus dijadwalkan ulang. Jangan lakukan kegiatan yang berpotensi memberi tekanan pada mata untuk menghindari berbagai komplikasi pasca operasi katarak.

3. Melakukan Olahraga

Setelah operasi katarak, pasien harus menjaga mata agar tidak terkena air. Beberapa olahraga seperti renang memiliki potensi membuat air masuk ke dalam mata. 

Selain itu, olahraga juga membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat yang bisa menetes dan masuk ke mata. Hindari kegiatan ini hingga dokter Anda memberi ijin. Namun jangan khawatir, Anda masih diperbolehkan untuk olahraga ringan.

4. Melakukan Aktivitas yang Membuat Posisi Kepala Menunduk

Menunduk menyebabkan tekanan pada bagian mata yang bisa memperlambat proses penyembuhan. Sebaiknya, Anda meminta bantuan keluarga untuk melakukan aktivitas yang mengharuskan menunduk terlalu lama.

5. Batuk Terlalu Keras

Batuk yang terlalu keras bisa memberi tekanan pada bola mata sehingga berpotensi membuat lensa buatan bergeser. 

Pastikan Anda menjalani operasi katarak dalam kondisi fit, termasuk tidak sedang batuk. Namun, jika batuk menyerang pasca operasi, konsultasikan pada dokter. Dokter biasanya akan memberi obat yang dapat menekan refleks batuk.

6. Pantangan Makanan Setelah Operasi Katarak

Sebenarnya tidak ada pantangan khusus mengenai makanan pasca operasi katarak. Namun, beberapa makanan mungkin memengaruhi kondisi tubuh, misalkan saja kekurangan asupan serat bisa menyebabkan sembelit. 

Penuhi asupan serat agar Anda tidak perlu mengejan ketika buang air besar. Selain itu, menghindari makanan yang terlalu pedas perlu Anda lakukan karena biasanya membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat.

7. Hal Lainnya yang Perlu Diperhatikan Setelah Operasi Katarak 

Selain beberapa poin di atas, Anda juga perlu memperhatikan perawatan setelah operasi katarak berikut:

  • Boleh mandi dan keramas, namun Anda harus menjaga area mata agar terhindar dari cipratan sabun, sampo dan air.
  • Selalu jaga kebersihan tangan, termasuk saat meneteskan obat mata yang sudah diresepkan dokter.
  • Kontrol mata secara rutin sesuai arahan dokter.
  • Jika pasca operasi katarak kondisi mata justru semakin merah, gatal atau penglihatan tiba-tiba buram, segera konsultasikan ke dokter.
  • Pasca operasi katarak, pasien tidak boleh mengangkat beban lebih dari 5 kilogram, tidak boleh merokok, tidak boleh menggosok-gosok mata yang bisa mempengaruhi posisi lensa dan kebersihan mata, tidak boleh bersin terlalu keras hingga 3 minggu setelahnya.
  • Ganti pembalut mata pada h+2 operasi dengan kasa steril untuk menjaga mata tetap bersih. Lakukan hal ini hingga dokter menyatakan Anda tidak perlu menggunakan kassa steril lagi.
  • Jaga agar mata tidak terkena benturan dan pukulan.
  • Tidak boleh melakukan hubungan suami istri setidaknya selama 3 minggu setelah operasi katarak.
  • Tidur miring berlawanan arah dengan mata yang dioperasi. Hindari tidur tengkurap atau posisi lain yang memberi tekanan pada bola mata.
  • Selalu gunakan alat pelindung mata, termasuk ketika Anda sedang tidur untuk menjaga mata dari debu, kotoran dan gerakan menggosok mata yang mungkin tidak Anda sadari. 
  • Bersihkan mata secara rutin untuk menghindari iritasi maupun komplikasi yang memperlama proses penyembuhan.
  • Tidak boleh menggunakan produk riasan di sekitar mata selama beberapa waktu. Termasuk riasan yang terbuat dari bahan alami sekalipun.
  • Tidak boleh mengemudikan kendaraan sementara waktu karena berkendara menuntut penglihatan yang jernih dan fokus mata yang tinggi. 
  • Menggunakan gadget paling lama 3 jam dalam sehari. Terlalu lama menatap layar gadget bisa membuat mata lelah.

Aktivitas yang menjadi pantangan setelah operasi katarak menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Pasalnya seberapa disiplin Anda merawat dan menjaga mata pasca operasi akan menentukan seberapa cepat penglihatan Anda kembali jernih.

Kenali Yuk Ciri-ciri Mata Katarak Sebelum Terlambat

Artikel direview oleh dr. Hadi Prakoso Wreksoatmodjo, SpM(K)

Katarak merupakan penyakit yang menyebabkan lensa mata keruh akibat penumpukan protein. Hal tersebut bisa menimbulkan berbagai keluhan seputar penglihatan. 

Jika diabaikan, katarak bisa semakin parah dan menyebabkan kebutaan lho. Kenali yuk ciri-ciri yang biasa ditemukan pada penderita katarak agar bisa melakukan pencegahan.

1. Mata Buram & Penglihatan Tidak Jelas

Penderita katarak memiliki penglihatan tidak jelas dan mata buram seperti tertutup awan. Awalnya kondisi ini mungkin tidak begitu mengganggu karena mata yang sedikit buram, namun bila tidak segera ditangani bisa semakin parah. 

Selain itu, katarak yang dibiarkan karena hanya terjadi pada satu mata, kelamaan bisa membuat kedua mata mengalami hal yang sama.

Tanda awal katarak yang belum Anda sadari bisa memengaruhi berbagai aktivitas, seperti membutuhkan jarak lebih dekat untuk melihat sesuatu, kesulitan membaca tulisan kecil dan kegiatan yang membutuhkan jarak dekat lainnya. 

Katarak biasanya dialami oleh mereka yang berusia lanjut, meski tidak menutup kemungkinan dialami oleh mereka yang berusia lebih muda.

2. Silau Saat Melihat Cahaya

Ada berbagai jenis katarak, antara lain katarak subcapsular posterior, katarak nuklir dan katarak kortikal. Pada katarak subcapsular posterior, katarak jenis ini dimulai dari belakang lensa sehingga bisa menghalangi jalur cahaya yang masuk. 

Kondisi yang menyebabkan mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, seperti cahaya lampu yang mendekat, cahaya matahari yang terlalu silau dan lainnya. Tak sedikit penderita yang mengalami rasa tidak nyaman akibat hal ini.

3. Sulit Membedakan Warna

Penderita katarak juga mengalami kesulitan untuk membedakan warna. Hal ini disebabkan karena kondisi lensa yang keruh menghalangi cahaya masuk ke retina. 

Adapun retina adalah bagian mata yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi warna. Letaknya di belakang mata dan sensitif terhadap cahaya. Tak sedikit pasien katarak yang mengeluhkan hal ini.

4. Sulit Melihat Objek Dekat

Lensa mata bagian tengah memiliki tanggung jawab terhadap penglihatan jarak dekat. Sementara itu, penderita katarak umumnya mengalami pengeruhan lensa yang dimulai di bagian tengah. 

Oleh sebab itu, penderita katarak biasanya mengalami kesulitan ketika melihat benda yang berjarak dekat.

Jika Anda merasa kesulitan membaca dalam jarak normal, selalu mendekat saat menyaksikan acara televisi sekaligus memiliki faktor risiko katarak, Anda bisa memeriksakan kondisi kesehatan mata ke dokter terdekat.

5. Mengalami Efek Halo

Efek halo memang bisa jadi adalah respon khas mata atau disebabkan oleh penggunaan kacamata dan lensa kontak. Namun menjadi berbeda jika dibarengi dengan keluhan seputar penglihatan yang menjadi ciri penderita katarak. Pasalnya melihat lingkaran di sekitar cahaya merupakan ciri paling khas pada penderita katarak.

6. Penglihatan Berbayang

Keluhan berikutnya yang kerap dialami oleh penderita katarak yaitu penglihatan berbayang. Penyebabnya karena lensa yang keruh menghalangi cahaya masuk mengenai retina. 

Penglihatan berbayang bisa membahayakan penderita misalkan saja ketika mengendarai kendaraan. Jangan tunggu semakin parah, segera kunjungi dokter jika Anda merasakan keluhan tersebut.

7. Penglihatan Ganda

Penderita katarak juga mengalami penglihatan ganda atau diplopia pada benda tunggal. Keluhan ini memang bisa menjadi ciri penyakit lain, seperti tumor otak, stroke, pembengkakan kornea, namun katarak adalah salah satu penyebab paling umum yang ditandai dengan munculnya penglihatan ganda.

Pada mata penderita katarak, lensa yang keruh membelah cahaya yang masuk sehingga menyebabkan terjadinya penglihatan ganda.

8. Butuh Lebih Banyak Cahaya Saat Membaca

Katarak menyebabkan pandangan menjadi buram dan mempengaruhi lensa mata. Lambat laun, pandangan mata bisa semakin kabur dan tidak fokus. 

Kondisi ini menuntut penderita membutuhkan cahaya yang lebih banyak saat membaca buku atau aktivitas lainnya karena pandangan yang terhalang. Tak heran jika katarak menyebabkan penderitanya mengalami penurunan penglihatan di malam hari.

9. Lebih Sering Ganti Kacamata

Jika Anda lebih sering mengganti kacamata dengan ukuran yang semakin meningkat, Anda patut curiga akan kemungkinan menderita katarak. Konsultasikan pada dokter untuk mengetahui kondisi penglihatan Anda secara pasti.

10. Ketajaman Visual Menurun

Lensa mata mengandung protein dan air. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penggumpalan protein yang dipengaruhi oleh pertambahan usia akan menumpuk dan berubah menjadi warna kekuning maupun kecoklatan.

Akibatnya semua cahaya yang masuk berubah menjadi warna kuning. Hal ini tentu memengaruhi penglihatan sehingga menyebabkan ketajaman visual menurun. 

Tak sedikit lho penderita katarak yang kesulitan mengenali wajah orang lain atau kerap menabrak sesuatu.

11. Warna Mata Berubah Putih atau Abu-abu

Ciri seseorang menderita katarak berikutnya bisa terlihat dari hasil foto pada bagian mata yang berwarna putih atau abu-abu. Penyebabnya karena lensa mata yang keruh memantulkan cahaya flash kamera.

Katarak merupakan penyakit mata dengan keluhan awal yang jarang disadari dan bila dibiarkan bisa semakin parah. Jika Anda menemukan salah satu ciri di atas, segera lakukan pemeriksaan dokter. 

Kini dunia medis semakin canggih, katarak bisa disembuhkan dengan tindakan operasi, seperti Extracapsular Cataract Extraction (ECCE), Small Incision Cataract Surgery (SICS), maupun phacoemulsification, sehingga Anda tak perlu takut.