Skip to content

Apakah Perlu Obat Tetes Mata setelah Operasi LASIK?

Operasi LASIK kini menjadi pilihan populer bagi banyak orang yang ingin bebas dari kacamata dan lensa kontak. Prosedur LASIK menawarkan hasil penglihatan yang cepat dan efektif, bahkan sering kali sudah terasa membaik dalam hitungan jam.

Namun, setelah operasi selesai, perawatan pasca-LASIK menjadi tahap yang tak kalah penting. Banyak pasien masih bertanya-tanya, apakah obat tetes mata benar-benar diperlukan setelah LASIK, atau cukup dengan istirahat dan perlindungan biasa?

Rasa perih, kering, atau sensasi “berpasir” di mata sering muncul pascaoperasi. Karena itulah, memahami fungsi dan cara penggunaan obat tetes mata sangat penting agar pemulihan berjalan optimal dan hasil LASIK tetap bertahan lama.

Artikel ini akan membantu Anda memahami pentingnya obat tetes mata setelah LASIK, jenis-jenisnya, serta tips penggunaan yang benar agar proses penyembuhan mata lebih aman dan nyaman.

Mengapa Obat Tetes Mata Penting setelah LASIK?

Setelah LASIK, mata Anda akan melalui fase penyembuhan yang cukup sensitif. Kornea yang dibentuk ulang oleh laser memerlukan waktu untuk kembali stabil dan menyesuaikan diri.

Dalam proses ini, produksi air mata alami sering menurun sementara. Akibatnya, banyak pasien mengalami mata kering, terasa gatal, atau silau terhadap cahaya.

Obat tetes mata membantu menggantikan kelembapan alami yang hilang dan menjaga permukaan kornea tetap sehat. Beberapa jenis tetes juga mengandung bahan aktif untuk mencegah infeksi atau peradangan ringan.

Tanpa bantuan tetes mata, risiko ketidaknyamanan dan komplikasi seperti dry eye syndrome dapat meningkat. Oleh karena itu, dokter biasanya meresepkan tetes pelumas, antibiotik, dan anti-inflamasi sebagai bagian dari perawatan standar pasca-LASIK.

Baca juga: Proses Operasi LASIK Mata dan Waktu yang Diperlukan

Jenis-jenis Obat Tetes Mata yang Umum Digunakan

Setelah operasi, dokter biasanya memberikan kombinasi beberapa jenis tetes mata. Masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam proses pemulihan mata.

  • Tetes antibiotik: Digunakan untuk mencegah infeksi bakteri di area kornea yang baru saja dibentuk ulang. Umumnya, penggunaan tetes ini dilakukan selama 5-7 hari pertama setelah operasi.  
  • Tetes steroid atau anti-inflamasi: Digunakan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan yang mungkin terjadi. Jenis tetes air mata ini penting agar mata cepat pulih dan tidak terasa panas atau nyeri.
  • Tetes pelumas atau air mata buatan: Digunakan untuk menjaga kelembapan mata. Dokter biasanya menyarankan varian tanpa pengawet agar aman digunakan sesering mungkin tanpa menimbulkan iritasi. 

Kapan dan Bagaimana Anda Harus Menggunakannya

Waktu penggunaan obat tetes mata pasca-LASIK sangat penting. Biasanya, pasien diminta mulai meneteskan obat dalam beberapa jam hingga satu hari setelah operasi.

Frekuensinya tergantung jenis tetesnya. Antibiotik dan anti-inflamasi umumnya digunakan 3-4 kali sehari, sedangkan tetes pelumas bisa digunakan lebih sering sesuai kebutuhan.

Agar efeknya maksimal, beri jarak sekitar lima menit antara satu jenis tetes dengan tetes lainnya. Hal ini mencegah obat pertama tercuci oleh tetes berikutnya.

Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum meneteskan dan hindari ujung botol menyentuh mata atau kulit. Kebersihan menjadi kunci utama agar tidak menimbulkan infeksi baru.

Baca juga: Apakah Butuh Kacamata Setelah LASIK?

Apakah Semua Pasien Memerlukan Obat Tetes Mata?

Hampir semua pasien LASIK membutuhkan obat tetes mata, meski dengan dosis dan durasi berbeda. Namun, tingkat kebutuhan setiap orang bisa bervariasi tergantung kondisi awal matanya.

Jika Anda memiliki riwayat mata kering, dokter mungkin akan menyarankan pemakaian tetes pelumas lebih sering dan lebih lama. Bahkan, beberapa pasien disarankan menggunakan tetes hingga berbulan-bulan.

Sementara bagi pasien dengan kondisi normal, tetes antibiotik dan anti-inflamasi biasanya hanya diperlukan selama masa awal pemulihan. Setelah itu, cukup gunakan tetes pelumas untuk menjaga kenyamanan.

Dokter mata akan memantau perkembangan Anda melalui kontrol pascaoperasi. Jika kondisi membaik, penggunaan tetes bisa dikurangi secara bertahap.

Tips Praktis untuk Mendukung Pemulihan Mata Anda

Selain menggunakan obat tetes mata, beberapa kebiasaan kecil bisa mempercepat penyembuhan mata Anda. Salah satunya adalah menghindari mengucek mata, terutama dalam dua minggu pertama setelah operasi.

Gunakan kacamata pelindung saat berada di luar ruangan. Sinar UV, debu, dan angin bisa memperparah kekeringan serta memperlambat proses penyembuhan.

Hindari air langsung mengenai mata, baik saat mandi maupun berenang. Air bisa membawa bakteri dan meningkatkan risiko infeksi.

Batasi waktu menatap layar di minggu pertama. Menatap layar terlalu lama bisa membuat mata jarang berkedip, sehingga memperparah rasa kering dan perih.

Kapan Anda Harus Menghubungi Dokter Mata?

Meski sebagian besar pasien pulih tanpa masalah, Anda tetap perlu waspada terhadap gejala tertentu. Jangan ragu menghubungi dokter bila rasa nyeri mendadak muncul atau penglihatan tiba-tiba memburuk.

Kemerahan parah, pembengkakan, atau keluarnya cairan dari mata bisa menjadi tanda infeksi yang perlu segera ditangani. Jangan menunda kontrol bila gejala ini terjadi.

Jika tetes pelumas tidak cukup mengatasi mata kering setelah beberapa bulan, konsultasikan kembali. Dokter mungkin akan menambahkan terapi lain seperti plug air mata atau tetes khusus.

Mengambil tindakan cepat membantu mencegah komplikasi jangka panjang dan menjaga hasil operasi tetap optimal.

Obat tetes mata setelah LASIK bukan hanya pelengkap, tetapi bagian penting dari proses penyembuhan. Jenisnya meliputi antibiotik, anti-inflamasi, dan pelumas, yang semuanya bekerja menjaga mata tetap sehat dan nyaman.

Ikuti selalu anjuran dokter dan jangan mengabaikan jadwal kontrol rutin. Perawatan yang konsisten akan membantu hasil LASIK Anda bertahan lebih lama tanpa keluhan berarti.

Jika Anda tertarik untuk melakukan LASIK, Anda bisa melakukan appointment maupun mengunjungi IEC Eye Care secara langsung. Untuk berkonsultasi dengan dokter mata berpengalaman yang siap mendampingi dan membantu Anda menemukan solusi terbaik agar memiliki penglihatan prima.

Referensi: 

  • Editorial Team. (2017, February 10). The Do’s and Don’ts after Laser Eye Surgery | Do’s and Don’ts after LASIK. Omaha Eye and Laser Institute. https://www.omahaeye.com/surgery/the-dos-and-donts-after-ilasik-surgery/
  • Post-Op Care Instructions. (2025). Uclahealth.org; UCLA Health. https://www.uclahealth.org/medical-services/ophthalmology/laser-refractive-surgery/your-visit/postoperative-instructions
  • studio3. (2021, October 31). Pacific Vision Institute. Pacific Vision Institute Blog. https://www.pacificvision.org/blog/the-dos-and-donts-post-lasik-eye-surgery/
  • Editorial Team. (2023). What should I expect before, during, and after surgery? U.S. Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/medical-devices/lasik/what-should-i-expect-during-and-after-surgery
  • Kaiser Permanente. (2021). @Kpthrive. https://healthy.kaiserpermanente.org/health-wellness/health-encyclopedia/he.lasik-what-to-expect-at-home.zy1396

 

×