Skip to content

Apa Itu Ablasi Retina? Kenali Jenis & Faktor Risikonya

ablasio-retina

Gangguan penglihatan yang muncul secara tiba-tiba, seperti kilatan cahaya, bayangan gelap, atau penglihatan seperti tertutup tirai, tidak boleh dianggap sepele. Bisa jadi itu merupakan tanda dari ablasi retina, kondisi serius pada mata yang memerlukan penanganan segera.

Dalam dunia medis, ablasio retina adalah keadaan di mana retina terlepas dari jaringan pendukungnya pada bagian belakang mata. Kondisi ini merupakan kondisi serius dan jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan penurunan penglihatan secara permanen hingga kebutaan.

Melalui artikel ini, kita akan membahas lebih lengkap tentang apa itu ablasi retina, jenis-jenis ablasi retina, hingga faktor risiko yang perlu diwaspadai.

Baca juga: Jenis Glaukoma, Faktor Risiko, dan Apakah Glaukoma Bisa Disembuhkan?

Mengenal Apa Itu Ablasio Retina?

apa-itu-ablasi

Retina merupakan lapisan jaringan tipis yang melapisi bagian dalam pada bagian belakang mata. Lapisan ini berfungsi untuk menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal saraf yang dikirim ke otak untuk diproses menjadi penglihatan.

Sedangkan, ablasio retina atau ablasi retina terjadi ketika retina terlepas dari posisi normalnya yang terletak pada bagian belakang mata. Kondisi ini merupakan masalah yang sangat serius dan harus segera ditangani. Jika tidak, penglihatan dapat mengalami penurunan secara drastis dan permanen hingga mengalami kebutaan.

Baca juga: Mata Tiba-tiba Buram, Apakah Berbahaya dan Apa yang Harus Dilakukan?

Jenis-jenis Ablasio Retina yang Perlu Dikenali

jenis-ablasio-retina

Bukan hanya sekadar kasus darurat, ternyata terdapat beberapa jenis ablasio retina. Berikut ini jenis-jenis ablasi retina.

1. Regmatogen

Ablasi retina regmatogen merupakan jenis ablasi yang paling sering terjadi. Jenis ablasi retina ini terjadi akibat robekan atau lubang pada retina. Cairan mata kemudian masuk melalui lubang tersebut dan menyebabkan retina terlepas dari jaringan di bawahnya. Kondisi ini disebabkan oleh pelepasan vitreus posterior. 

2. Traksional

Jenis ablasi retina lainnya adalah ablasi retina traksional. Jenis ini biasanya terjadi pada orang dengan riwayat diabetes yang tidak terkontrol, pernah menjalani operasi retina, atau perna mengalami peradangan mata kronis.

3. Eksudatif (Serosa)

Pada jenis ablasi retina eksudatif terjadi akibat terjadinya penumpukan cairan pada bagian bawah retina tanpa adanya robekan. Hal ini umumnya disebabkan oleh peradangan atau gangguan pembuluh darah di sekitar retina.

Baca juga: Waspada! Ini Beragam Jenis Penyakit Retina Mata, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Apa Saja Faktor Risiko Ablasio Retina?

faktor-risiko-ablasio-retina

Ablasi retina terjadi ketika sensorik retina (neurosensory retina) terlepas dari lapisan pigmen retina dan koroid, sehingga suplai oksigen dan nutrisi terhenti yang membuat jaringan retina dapat mati. 

Banyak yang menjadi faktor penyebab ablasi retina, namun yang paling umum adalah usia lanjut dan cedera atau trauma yang terjadi pada mata. Umumnya, seiring bertambah usia, cairan vitreus (zat yang mengisi bagian tengah mata) akan menipis dan menyusut.

Saat mata bergerak, vitreus biasanya dapat bergerak tanpa masalah. Namun, pada beberapa kasus, vitreus dapat menempel pada retina dan menariknya dengan kuat hingga menimbulkan robekan.

Tak hanya usia dan cedera, mata minus dengan kasus berat juga menjadi faktor risiko ablasi retina yang harus Anda hindari.

Penanganan Ablasio Retina

pengobatan-ablasio

Ablasio retina biasanya ditangani dengan melakukan tindakan operasi untuk mencegah kebutaan. Dokter spesialis mata akan menyambungkan kembali retina secepat mungkin untuk mengurangi risiko penurunan penglihatan. Jenis operasi yang dilakukan tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan ablasi retina. Berikut beberapa operasi penanganan ablasio retina.

1. Scleral Buckling

Pada operasi scleral bucking, dokter akan menjahit pita silikon pada bagian luar bola mata untuk mendorong dinding mata ke arah dalam, sehingga retina dapat menempel kembali. Pita ini umumnya bersifat permanen, namun tidak terlihat dari luar.

2. Vitrektomi

Operasi penanganan ablasio retina lainnya adalah vitrektomi. Prosedur operasi vitrektomi dilakukan dengan gas atau minyak silikon untuk membantu retina menempel kembali. Gas akan terserap secara alami seiring waktu, dan minyak silikon biasanya akan diangkat melalui operasi lanjutan.

3. Pneumatic Retinopexy

Pada beberapa kasus ablasio retina, dokter akan melakukan prosedur pneumatic retinopexy. Prosedur ini dilakukan dengan membekukan robekan retina dan menyuntikkan gelembung gas ke dalam mata agar membuat retina kembali menempel.

Itulah informasi lengkap tentang ablasi retina yang perlu Anda ketahui. Semoga dengan memahami penyebab, faktor risiko, jenis-jenis ablasi retina, hingga pengobatannya, dapat membuat Anda lebih waspada terhadap gejala awal dari ablasio retina.

Jika kamu mengalami gangguan penglihatan dan ingin melakukan koreksi mata, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan. Klinik mata IEC Eye Care siap membantu menjaga kesehatan mata Anda. Ditangani oleh dokter spesialis mata profesional yang memberikan pelayanan terbaik, IEC Eye Care jadi solusi kesehatan mata yang terpercaya.

Referensi:

×