Masalah penglihatan sering kali dianggap sepele, padahal beberapa penyakit mata bisa menyebabkan kebutaan permanen jika tidak ditangani dengan tepat. Dua kondisi yang paling sering disalahpahami adalah katarak dan glaukoma.
Banyak orang mengira katarak glaukoma adalah penyakit yang sama. Padahal, perbedaan glaukoma dan katarak cukup signifikan, baik dari segi penyebab, gejala, maupun cara pengobatannya.
Agar kamu tidak salah kaprah, artikel ini akan membahas secara lengkap tentang glaukoma dan katarak, mulai dari pengertian, ciri-ciri, faktor risiko, hingga metode penanganannya.
Baca juga: Glaukoma Pada Mata Bisa Bikin Buta, Kenali dan Cegah!
Katarak dan Glaukoma Apakah Sama? Mana Lebih Berbahaya
Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata menjadi keruh, sehingga cahaya yang masuk ke mata tidak dapat difokuskan dengan baik ke retina. Akibatnya, penglihatan menjadi buram seperti melihat melalui kaca berembun.
Sedangkan, glaukoma adalah penyakit mata yang terjadi akibat kerusakan saraf optik. Glaukoma disebabkan oleh tekanan bola mata yang terlalu tinggi. Umumnya, kerusakan ini bersifat permanen dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan jika tidak ditangani dengan cepat dan serius.
Penyebab Katarak dan Glaukoma yang Perlu Diwaspadai
Penyebab katarak dan glaukoma cukup berbeda. Katarak memiliki beberapa tipe dengan penyebab yang berbeda-beda, antara lain:
- Katarak Kongenital: Jenis katarak ini muncul pada bayi baru lahir atau beberapa bulan setelah lahir. Katarak kongenital kasus yang cukup jarang terjadi. Sampai saat ini belum ada penyebab pasti dari katarak kongenital, namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa katarak kongenital ini diturunkan melalui genetik.
- Katarak Berkaitan dengan Usia: Seiring berjalannya usia, penurunan kesehatan sering terjadi. Oleh karena itu, katarak umumnya terjadi pada orang dengan usia lanjut. Namun terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan katarak, seperti kebiasaan merokok, kebiasaan mengonsumsi alkohol, riwayat genetik katarak, menderita diabetes melitus, pernah menjalani operasi mata atau glaukoma, dan konsumsi obat-obatan steroid.
Sedangkan, pada glaukoma disebabkan oleh kerusakan saraf optik akibat faktor genetik. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang juga dapat menyebabkan glaukoma, antara lain:
- Tekanan bola mata tinggi
- Usia lanjut (> 55 tahun)
- Memiliki penyakit tertentu seperti diabetes melitus, tekanan darah tinggi, dan anemia sel sabit
- Kornea yang tipis di bagian tengah
- Menderita rabun jauh atau dekat dengan kasus berat
- Mengalami cedera mata
- Pernah menjalani operasi mata
- Penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang
Baca Juga: Baru Operasi Katarak? Ini Pantangan yang Tidak Boleh Anda Lakukan
Teliti Perbedaan Gejala Katarak dan Glaukoma
Katarak memiliki beberapa gejala yang mengganggu, terutama pada menurunnya penglihatan. Berikut ini beberapa gejala dari katarak.
- Penglihatan menjadi buram, tidak jelas, hingga terdapat kilatan cahaya
- Kesulitan melihat dengan jelas terutama pada malam hari
- Mata sensitif terhadap cahaya
- Membutuhkan cahaya lebih terang untuk membaca atau aktivitas lainnya
- Terdapat lingkaran cahaya (halo) pada penglihatan
- Penglihatan menguning atau memudar
- Penglihatan menjadi ganda
Sedangkan, gejala glaukoma agak sedikit berbeda. Karena terdapat beberapa tipe glaukoma dengan gejala yang berbeda-beda Di bawah ini gejala glaukoma yang harus kamu waspadai.
1. Glaukoma Sudut Terbuka
Glaukoma dengan sudut terbuka umumnya tidak memiliki gejala di awal. Namun seiring berjalannya waktu, terdapat titik buta pada sisi penglihatan. Kemudian, gejala akan semakin memburuk dengan penurunan penglihatan.
2. Glaukoma Sudut Tertutup Akut
Pada glaukoma sudut tertutup akut gejalanya dapat berupa sakit kepala berat, nyeri pada bagian mata, mual dan muntah, dan penglihatan yang buram. Gejala lainnya juga dapat berupa melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu.
3. Glaukoma Tekanan Normal
Glaukoma dengan tipe tekanan normal biasanya tidak terdapat gejala pada tahao awal. Penglihatan akan buram secara bertahap dan dapat kelihatan penglihatan samping (perifer).
4. Glaukoma pada Anak
Tak hanya pada orang dengan usia lanjut, glaukoma juga dapat terjadi pada anak-anak dan bayi. Umumnya, gejala pada bayi dapat berupa mata tampak kusam dan keruh, serta bayi akan sering berkedip. Gejala lainnya juga dapat berupa air mata yang keluar tanpa menangis, penglihatan buram, rabun jauh, dan sakit kepala yang berat.
5. Glaukoma Pigmenter
Pada glaukoma pigmenter, biasanya penderita akan melihat lingkaran cahaya (halo) saat berada di sekitar lampu. Gejala lainnya dapat berupa penglihatan buram setelah berolahraga, dan kelihatan penglihatan samping secara bertahap.
Baca Juga: Didiagnosis Glaukoma, Bisakah Disembuhkan? Apa Saja Pengobatan Glaukoma?
Cara Penanganan Katarak dan Glaukoma
Perbedaan katarak dan glaukoma lainnya adalah pada pengobatan. Pada katarak, pengobatan yang dianjurkan adalah dengan melakukan operasi. Prosedur ini berfungsi untuk mengangkat lensa yang terkena katarak dan melakukan penanaman lensa buatan agar penglihatan dapat lebih baik.
Sedangkan, pada glaukoma umumnya kerusakan bersifat permanen. Namun, Anda mungkin akan diresepkan beberapa obat-obatan yang akan membantu memperlambat kerusakan, serta pemeriksaan kesehatan rutin juga akan membantu dalam mencegah kebutaan permanen. Selain itu, Anda juga bisa menjalani operasi yang melibatkan laser untuk mengeringkan cairan di dalam mata dan mengurangi tekanan pada mata.
Kedua pengobatan katarak dan glaukoma tentunya harus disertai dengan pemeriksaan kondisi mata terlebih dahulu dan mengikuti rekomendasi dokter. Hal ini supaya tindakan medis yang dilakukan sesuai dengan kondisi mata Anda.
Meski sama-sama menyerang mata, perbedaan glaukoma dan katarak sangatlah jelas. Katarak terjadi pada lensa mata dan bisa disembuhkan dengan operasi. Sedangkan glaukoma merusak saraf optik dan bersifat permanen.
Jika Anda memiliki masalah kesehatan mata IEC Eye Care siap melayani sepenuh hati. Ditangani oleh dokter profesional yang berpengalaman, Klinik IEC Eye Care jadi tempat terbaik untuk mendapatkan solusi terkait kesehatan mata Anda.
Referensi:
- Mayo Clinic. 2023. Cataracts. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/diagnosis-treatment/drc-20353795
- Mayo Clinic. 2024. Glaucoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/glaucoma/diagnosis-treatment/drc-20372846
- National Eye Institute – National Information of Health. 2025. Types of Cataract. https://www.nei.nih.gov/eye-health-information/eye-conditions-and-diseases/cataracts/types-cataract
- National Library of Medicine – National Information of Health. 2024. Glaucoma. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538217/




